
- WARTAGLOBAL.ID | KOTA BATU – Sebuah video penggerebekan di salah satu kamar hotel bernomor 3211 di Kota Batu, pada Sabtu (7/11/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, membuat masyarakat gempar. Pasalnya, yang diduga digerebek bukan orang sembarangan, melainkan seorang oknum polisi dan seorang oknum Kepala Desa — sosok yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
Peristiwa bermula ketika istri sah dari seorang oknum Kanit Reskrim Polsek Gunung Anyar Polrestabes Surabaya, berinisial EDA, memutuskan mengikuti pergerakan kendaraan suaminya. Ia melacak mobil Toyota Innova Reborn bensin tahun 2025 dengan nomor polisi L 1050 CXC yang belakangan diduga menggunakan pelat nomor palsu, berangkat dari rumah menuju ke salah satu hotel di kawasan Kota Batu.
Sesampainya di lokasi, EDA yang didampingi anggota Satreskrim Polres Batu (Unit PPA), Propam, dan Pamapta Polres Batu, meminta petugas resepsionis hotel untuk membukakan pintu kamar nomor 3211 karena tidak dijawab dari dalam. Ketika pintu terbuka, ia terperangah — suaminya berinisial IAS terlihat bersama seorang wanita yang diketahui sebagai oknum Kepala Desa Kedung Kumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, berinisial AE, keduanya dalam keadaan tanpa busana.
"Saya kaget, seakan tak percaya sambil menangis memeluk ayah saya," ungkap EDA dengan suara terisak kepada awak media saat memberikan keterangan di Mapolres Batu pada Sabtu (7/11/2026). Peristiwa ini pun langsung menyebar luas dalam bentuk rekaman video di media sosial dan menjadi sorotan publik yang mengejutkan.
Usai penggerebekan, kedua pihak yang tidak terikat perkawinan sah tersebut kemudian digelandang ke Unit PPA Mapolres Batu untuk menjalani pemeriksaan awal dan dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana asusila yang diduga melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum dan kewenangan wilayah. "Saya berharap kasus ini dapat diproses secara hukum demi keadilan yang seadil-adilnya bagi saya," tegas EDA mengenai harapannya atas peristiwa yang menimpa rumah tangganya.
Kapolres Batu, AKBP Panji Gedhe Prabawa, S.H., S.I.K., M.A.P., saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan tersebut. "Iya betul mas, saya dapat laporan dari anggota, mohon maaf saya masih ada acara di UB bersama Kapolres Malang Raya, silakan Kasi Humas yang sampaikan kronologinya," ujarnya singkat namun tegas.
Sementara itu, Kasat PPA Polres Batu, AKP Tri Nawang Sari, enggan memberikan keterangan langsung dan mengarahkan awak media ke bagian Humas Polres Batu. "Silakan langsung ke Humas saja, saya tidak berani berkomentar, takut salah menjawab," ucapnya saat dihubungi awak media.
Penjabat Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, juga menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi. "Saya belum bisa memberikan pernyataan, karena harus memastikan kebenaran informasinya terlebih dahulu," jelasnya kepada awak media.
Upaya konfirmasi ke pihak hotel tempat kejadian perkara juga belum membuahkan hasil yang memuaskan. Seorang petugas yang dihubungi menyatakan tidak bertugas dan menyarankan untuk menghubungi bagian komunikasi perusahaan. "Saya sedang libur, bukan manajer seharusnya ke bagian terkait jika ingin konfirmasi," ucapnya sebelum menutup telepon.
Menariknya, ketika awak media yang bertugas di wilayah Lamongan mencoba mengonfirmasi kepada oknum Kades yang diduga terlibat, pihaknya membantah keras. "Hah? Siapa mas? Tidak ada, itu hoax," jawabnya singkat dan membantah mengetahui peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., serta kepada kedua pihak yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Publik pun menantikan kejelasan proses hukum, mengingat keduanya adalah figur publik yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan awak mesia akan menunggu konfirmasi kebenaran Berita tersebut.
(BERSAMBUNG)
Red/fer


