
Bupati Jepara Witiarso Utomo (tengah) Sambut para Delegasi Forum Diplomatik di Pendopo R.A Kartini, Selasa (3/11/26).
JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Pemerintah Kabupaten Jepara terus membuka ruang kolaborasi internasional untuk memperluas pasar, menarik investasi, dan memperkenalkan potensi unggulan daerah ke tingkat global. Upaya tersebut diwujudkan melalui *The Diplomatic Forum Jepara 2026* yang menghadirkan 14 duta besar negara sahabat.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut langsung para delegasi dalam forum diplomatik yang digelar di Pendopo R.A. Kartini, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 November 2026 itu turut dihadiri Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, jajaran Forkopimda, serta perwakilan negara sahabat.
Mengusung tema *“Strengthening Global Partnerships, Unlocking Jepara’s Potential”*, forum ini menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan persahabatan dengan masyarakat internasional sekaligus membuka peluang kemitraan baru di berbagai sektor.
Witiarso menilai, hubungan diplomatik antardaerah dan negara perlu diarahkan pada kerja sama produktif yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jepara memiliki modal kuat untuk membangun kemitraan tersebut, terutama melalui industri mebel dan ukir, pariwisata Karimunjawa, serta ekonomi kreatif.
Pemerintah Kabupaten Jepara ingin memperluas cakupan kerja sama, tidak hanya pada perdagangan dan investasi, tetapi juga pendidikan, pertukaran pelajar, pengembangan sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan.

Menurut Witiarso, keterbukaan terhadap mitra internasional harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, investasi hijau dan pengembangan industri yang lebih ramah lingkungan menjadi salah satu arah yang ingin didorong.
Melalui pertemuan dengan para diplomat, Jepara diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi industri, pariwisata, dan kebudayaan yang layak dikembangkan bersama mitra strategis dari berbagai negara.
Industri mebel dan seni ukir menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat diperkenalkan melalui diplomasi ekonomi. Sementara itu, Karimunjawa memiliki daya tarik pariwisata yang berpotensi dikembangkan melalui promosi dan investasi berkelanjutan. Kekayaan budaya serta produk ekonomi kreatif juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kehadiran 14 duta besar tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi langsung, menjajaki kesamaan kepentingan, dan mengidentifikasi peluang kerja sama lintas negara.
Pemkab Jepara berharap forum ini tidak berhenti pada pertemuan diplomatik, tetapi berlanjut menjadi kemitraan konkret yang memberi nilai tambah bagi daerah. Sinergi pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan mitra internasional diperlukan agar peluang yang terbuka dapat diterjemahkan menjadi investasi, perluasan pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta lapangan kerja.
Dengan langkah tersebut, Jepara tidak hanya memperkenalkan potensi daerah kepada dunia, tetapi juga berupaya mengambil bagian lebih besar dalam jaringan ekonomi internasional. (Petrus)


.jpg)