
Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha Serap Aspirasi Warga di Umbul Brintik, Rabu (4/11/26).
KLATEN, WARTAGLOBAL.id --
Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengarkan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban di lingkungan warga. Kegiatan dialog bersama masyarakat tersebut digelar di objek wisata Umbul Brintik, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan yang diikuti sekitar 20 warga itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Melalui komunikasi secara langsung, Kapolresta berupaya mengetahui berbagai keluhan masyarakat sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan kepolisian di wilayah Kabupaten Klaten.
Sejumlah persoalan menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Salah satu yang paling banyak disoroti warga adalah aktivitas kendaraan truk bermuatan melebihi batas tonase yang melintas di jalan umum.
Warga menilai kendaraan berat dengan muatan berlebih berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Padahal, jalan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap adanya pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan angkutan yang tidak mematuhi ketentuan muatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi jalan sekaligus melindungi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Selain persoalan truk over tonase, penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong juga menjadi keluhan masyarakat. Suara bising kendaraan dinilai mengganggu ketenangan lingkungan, terutama ketika melintas di kawasan permukiman.
Warga meminta kepolisian melakukan penertiban secara konsisten agar kenyamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Di tengah sejumlah keluhan tersebut, masyarakat juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan Call Center Polri 110. Layanan pengaduan tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi warga untuk meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.
Salah seorang warga kawasan Umbul Brintik, Suryanto, mengaku senang dengan kehadiran Kapolresta Klaten yang bersedia bertemu langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, kesempatan berdialog secara langsung membuat warga merasa lebih diperhatikan karena dapat menyampaikan persoalan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.
"Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolresta Klaten yang berkenan datang ke Malangjiwan, khususnya kawasan Umbul Brintik. Saya merasa senang karena masyarakat mendapatkan perhatian secara langsung. Harapan kami, ke depannya kawasan Malangjiwan dan Kabupaten Klaten secara umum semakin aman dan kondusif," ungkap Suryanto.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa dialog langsung dengan masyarakat merupakan salah satu upaya kepolisian membangun komunikasi dua arah.
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian dapat mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Polresta Klaten terbuka terhadap setiap keluhan, masukan, maupun laporan dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas, fungsi, serta ketentuan yang berlaku," ujar AKP Edi.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan warga perlu terus diperkuat.
Aspirasi mengenai truk bermuatan berlebih dan knalpot brong diharapkan dapat menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan penanganan sesuai kewenangannya.
Melalui pendekatan yang lebih humanis dan terbuka, Polresta Klaten berharap kehadiran polisi tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Kegiatan dialog di Umbul Brintik tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian melalui pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Joko S)


.jpg)