Heboh ! TKW Taiwan Semprot Gus Iqdam dan Wabup Blitar 'Rambut Pelangi', Buntut Hibah Wisata Religi Rp2,3 Miliar - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Heboh ! TKW Taiwan Semprot Gus Iqdam dan Wabup Blitar 'Rambut Pelangi', Buntut Hibah Wisata Religi Rp2,3 Miliar

Friday, 30 October 2026

 
BLITAR, WARTAGLOBALJATIM.id 
Jagat media sosial Blitar‑Tulungagung tengah bergolak. Bukan lantaran bencana alam, Gunung meletus ataupun sunami melainkan akibat siaran langsung viral seorang TKW Taiwan asal Tulungagung bernama Suci , Dalam video yang menyebar luas di TikTok dan Facebook, ia melontarkan sindiran pedas menyeret nama Gus Iqdam serta Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah yang dijulukinya pejabat "rambut pelangi".
 
Polemik ini berakar dari rencana hibah wisata religi senilai Rp2,3 Miliar yang masuk pembahasan APBD Kabupaten Blitar Tahun 2027.
 
Menurut keterangan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, Pemkab semula mengajukan Rp4,7 Miliar untuk pembangunan wisata religi di Markas Majelis Ta'lim Sabilu Taubah Desa Karanggayam. Setelah pembahasan alot di Banggar DPRD, nominal itu dipangkas menjadi Rp2,3 Miliar. Selain itu Pemkab juga mengajukan hibah ke Provinsi senilai Rp25 Miliar yang status persetujuannya masih belum pasti.
 
Rencana pembangunan tersebut mencakup masjid megah, replika Ka'bah untuk latihan manasik haji, serta lintasan Sa'i yang menyerupai suasana Makkah.
 
Anggota DPRD Blitar Fraksi Golkar Anik Wahjuningsih menegaskan bahwa pemangkasan itu dilakukan demi prinsip pemerataan. "Karena tidak hanya satu pondok yang membutuhkan itu, banyak pondok lainnya," ujarnya.
 
Sindiran Suci dari Taiwan: Rakyat Kecil Menggelitik Ruang Publik
 
Di tengah proses itu muncul aksi blak‑blakan Suci dari negeri seberang. Melalui siaran langsungnya ia menyindir alokasi dana miliaran tersebut sekaligus menyebut Wabup Beky sebagai "rambut pelangi" dan menyeret nama Gus Iqdam namun dengan sindiran "ompreng"dalam narasi kemarahannya.Sindiran Suci sebagai Rakyat Rakyat Kecil Menggelitik Ruang Publik menghebohkan jagad Maya.

Hal ini menuai pro kontra dari nitizen ,Kubu pendukung Suci,Menganggapnya sebagai kontrol sosial rakyat kecil yang mempertanyakan urgensi dana APBD miliaran untuk satu lembaga saja. Mereka bertanya apakah dana tersebut memang prioritas utama dibanding kebutuhan masyarakat lain.
Adapun kubu kontra,menilai ungkapan Suci melampaui batas etika. Julukan personal terhadap pejabat dan keterlibatan nama tokoh agama dinilai tidak sopan dan berpotensi memecah belah warga.

Hingga Jumat (30/10/2026), pihak manajemen Sabilu Taubah maupun jajaran Pemkab Blitar belum merilis pernyataan resmi merespons viralnya video Suci.
 
Polemik ini menegaskan bahwa alokasi dana hibah keagamaan adalah ranah yang amat sensitif. Masyarakat menuntut transparansi penuh: siapa penerima, apa urgensi proyek, bagaimana mekanisme pengawasan, serta apakah benar dana tersebut dialokasikan berdasarkan skala prioritas untuk kepentingan umum.
 
"Rakyat tidak keberatan wisata religi berkembang. Yang dipertanyakan adalah apakah alokasi miliaran itu sudah melewati jalur yang benar, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap salah satu netizen Blitar.
 
Fenomena Suci dari Taiwan bukan sekadar viral biasa. Ia menjadi cermin bahwa ruang digital kini menjadi panggung kontrol sosial yang tajam. Namun kritik yang kuat tetap sebaiknya disampaikan secara beretika agar tidak tergelincir menjadi serangan personal. Masyarakat menunggu jawaban resmi Pemkab Blitar dan DPRD atas alokasi hibah Rp2,3 Miliar tersebut.(Red)