
Polresta Surakarta Kerahkan 488 Personel Gabungan untuk Pengaman Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, Satlantas Polresta Surakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas.
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Polresta Surakarta menyiapkan pengamanan terpadu untuk rangkaian Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau Haul Solo 2026. Sebanyak 488 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jemaah.
Kabagops Polresta Surakarta Kompol Dhadhag Anindito mengatakan, personel yang disiapkan terdiri atas 312 anggota Polri, 56 personel BKO TNI, 60 anggota Satpol PP, serta 60 personel Dinas Perhubungan.
“Total sebanyak 488 personel gabungan kami siapkan dalam rangka pengamanan Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Pengamanan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” ujar Kompol Dhadhag.
Menurutnya, pengamanan mengedepankan langkah pencegahan melalui deteksi dini, kegiatan preemtif dan preventif. Apabila ditemukan pelanggaran atau tindak pidana, petugas akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan.
Selain menjaga situasi kamtibmas, perhatian khusus diberikan terhadap potensi tindak kriminalitas yang dapat terjadi di tengah kepadatan jemaah, terutama aksi pencopetan. Polresta Surakarta menyiapkan tim khusus antisipasi copet dan menempatkan personel di sejumlah jalur yang menjadi konsentrasi jemaah.
Pengamanan tersebut mencakup jalur dari depan Masjid Riyadh menuju Simpang Empat Baturono, jalur menuju Simpang Empat Sangkrah, serta akses dari Masjid Riyadh menuju kawasan makam. Personel berpakaian sipil juga disiagakan untuk melakukan pemantauan secara tertutup.
“Kami mengimbau jemaah tetap berhati-hati dan selalu menjaga barang bawaan pribadi, terutama ketika berada di tengah kerumunan,” kata Kompol Dhadhag.
Untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Polri menyiapkan dua pos pengamanan dan pelayanan, yakni Posko Baturono dan Posko Gading. Sementara itu, TNI menyiapkan tiga pos di Simpang Empat Pasar Kliwon, Simpang Tiga Wiropaten Jalan Kapten Mulyadi atau sebelah selatan Masjid Riyadh, serta kawasan Alun-Alun Kidul.
Pos-pos tersebut disiapkan sebagai pusat pelayanan sekaligus mempercepat respons petugas apabila jemaah maupun masyarakat membutuhkan bantuan selama kegiatan berlangsung.
Rekayasa Lalu Lintas
Meningkatnya aktivitas kendaraan dan mobilitas jemaah juga menjadi perhatian Polresta Surakarta. Sejumlah rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengurangi kepadatan serta menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Kendaraan dari arah utara yang hendak menuju Sukoharjo dan Wonogiri akan diarahkan berbelok kanan di Simpang Loji Wetan. Selanjutnya, kendaraan melewati Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Jenderal Sudirman, dan Bundaran Gladag.
Jalan Slamet Riyadi dari Bundaran Gladag hingga Simpang Nonongan akan diberlakukan dua arah. Dari Simpang Nonongan, kendaraan kemudian diarahkan ke kiri menuju Jalan Yos Sudarso untuk melanjutkan perjalanan ke arah selatan.
Sementara kendaraan dari Jalan Kyai Mojo yang menuju pusat kota akan diarahkan berbelok kiri melalui Jalan Sungai Serang, Jalan Kahar Muzakir, dan Jalan Brigjen Sudiarto.
Jalan Kahar Muzakir dari Simpang Brigjen Sudiarto hingga Simpang Kusumodilagan juga diberlakukan dua arah mulai 2 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB hingga 4 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.
Selain itu, kegiatan Solo Car Free Day (SCFD) di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Juanda, serta Zona Olahraga Manahan pada Minggu, 4 Oktober 2026, diliburkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan jemaah.
Penutupan arus juga diberlakukan pada sejumlah titik selama 2-4 Oktober 2026, mulai pukul 21.00 hingga 08.00 WIB. Titik tersebut meliputi Gladag menuju Keraton, Simpang Empat Gemblegan menuju Gading, Simpang Empat Gading menuju Baturono, Simpang Empat SPBU Mojo menuju Baturono, Simpang Tiga Pasar Klithikan menuju Baturono, serta Simpang Tiga Nglebak menuju Gading.
Polresta Surakarta meminta masyarakat yang tidak memiliki kepentingan menghadiri kegiatan haul untuk menghindari kawasan tersebut selama periode pengamanan. Masyarakat juga diminta menggunakan jalur alternatif agar kepadatan lalu lintas dapat ditekan.
Rumah Sakit Disiapkan untuk Rujukan
Tidak hanya keamanan dan lalu lintas, aspek kesehatan jemaah turut menjadi perhatian. RS Kustati disiapkan sebagai fasilitas rujukan medis terdekat, baik untuk penanganan awal maupun kondisi kegawatdaruratan. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi selama 24 jam.
RSUD Bung Karno disiapkan sebagai alternatif rujukan di wilayah Pasar Kliwon. Sementara RSUD Dr. Moewardi menjadi rumah sakit rujukan lanjutan bagi pasien yang membutuhkan penanganan spesialis. RS PKU Muhammadiyah juga disiapkan sebagai alternatif untuk membantu distribusi pelayanan medis.
Kompol Dhadhag mengajak masyarakat dan seluruh jemaah turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Haul Solo 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan jemaah bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman, tertib dan kondusif. Ikuti arahan petugas di lapangan dan apabila menemukan gangguan kamtibmas maupun keadaan darurat, segera laporkan kepada petugas terdekat,” pungkasnya.
Jemaah juga diminta memperhatikan keselamatan dan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mematuhi seluruh arahan petugas. Pengguna jalan diimbau memberikan prioritas kepada ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan kendaraan darurat lainnya.
Dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan, pelayanan, kesehatan, serta dukungan panitia dan masyarakat, Polresta Surakarta menyiapkan pengamanan Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi secara terpadu agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat. (Joko S)


.jpg)