IWANTORO: KONSOLIDASI ALIANSI AKTIVIS, LSM DAN MEDIA NGANJUK AGAR KONTROL SOSIAL TIDAK DIPECAH BELAH - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

IWANTORO: KONSOLIDASI ALIANSI AKTIVIS, LSM DAN MEDIA NGANJUK AGAR KONTROL SOSIAL TIDAK DIPECAH BELAH

Wednesday, 30 September 2026
IWANTORO: KONSOLIDASI ALIANSI AKTIVIS, LSM DAN MEDIA NGANJUK AGAR KONTROL SOSIAL TI
 TIDAK DIPECAH BELAH
Jatim Warta Global .Id — Di tengah memanasnya polemik pro-kontra pembangunan wisata Watu Lawang, Iwantoro, S.E., wartawan Warta Global, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang kini terjadi di kalangan LSM, awak media, dan para aktivis di Kabupaten Nganjuk.
 
 Kini saya melihat sekelompok kita sesama LSM, media, dan aktivis Nganjuk mulai terpecah belah. Perbedaan pandangan soal Watu Lawang seolah-olah memisahkan kita. Padahal, fungsi utama kita sebagai kontrol sosial terhadap pembangunan di Kabupaten Nganjuk sangat dibutuhkan masyarakat, ujar Iwantoro.
 
Lebih jauh, ia menyampaikan kekhawatirannya atas munculnya berbagai narasi yang tersebar di ruang publik.
 
Kami mensinyalir adanya upaya terstruktur melalui berbagai akun dan konten kreator yang secara sengaja menyudutkan pihak-pihak yang kritis terhadap pembangunan Watu Lawang. Tujuannya tampak jelas: mengadu domba, memecah belah, dan melemahkan suara kita bersama.
 
Karena itu, Iwantoro mengajak seluruh elemen masyarakat sipil di Nganjuk untuk duduk bersama.
 
"Mari kita berkonsolidasi. Saya mengajak kita semua untuk berdiskusi merencanakan pendirian Aliansi Aktivis, LSM, dan Media Kabupaten Nganjuk. Bukan untuk memonopoli suara, bukan untuk satu kepentingan tapi untuk menjaga agar kita tidak mudah dipecah belah.
 
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat itu hal yang wajar dan sehat. Namun perbedaan itu tidak boleh menjadikan kita musuh satu sama lain.
 
Kita boleh berbeda pandangan soal satu proyek. Tapi kita tetap satu tujuan: Nganjuk yang maju, adil, dan taat hukum. Jangan sampai ada yang diuntungkan karena kita terpecah. Jangan sampai suara rakyat hilang karena kita sibuk saling menyudutkan.
 
Kontrol sosial yang kuat adalah benteng terbaik rakyat. Jika benteng itu retak dari dalam, maka siapa pun yang akan dirugikan bukan kita saja, tapi seluruh masyarakat Nganjuk yang menaruh harapan pada kita. Mari kita bersatu. Bukan untuk setuju semua, tapi untuk tetap saling menghormati dan tidak mudah diadu domba.( Iwantoro, S.E.)IWANTORO: KONSOLIDASI ALIANSI AKTIVIS, LSM DAN MEDIA NGANJUK  AGAR KONTROL SOSIAL TIDAK DIPECAH BELAH
 
Jatim Warta Global .Id — Di tengah memanasnya polemik pro-kontra pembangunan wisata Watu Lawang, Iwantoro, S.E., wartawan Warta Global, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang kini terjadi di kalangan LSM, awak media, dan para aktivis di Kabupaten Nganjuk.
 
 Kini saya melihat sekelompok kita sesama LSM, media, dan aktivis Nganjuk mulai terpecah belah. Perbedaan pandangan soal Watu Lawang seolah-olah memisahkan kita. Padahal, fungsi utama kita sebagai kontrol sosial terhadap pembangunan di Kabupaten Nganjuk sangat dibutuhkan masyarakat, ujar Iwantoro.
 
Lebih jauh, ia menyampaikan kekhawatirannya atas munculnya berbagai narasi yang tersebar di ruang publik.
 
Kami mensinyalir adanya upaya terstruktur melalui berbagai akun dan konten kreator yang secara sengaja menyudutkan pihak-pihak yang kritis terhadap pembangunan Watu Lawang. Tujuannya tampak jelas: mengadu domba, memecah belah, dan melemahkan suara kita bersama.
 
Karena itu, Iwantoro mengajak seluruh elemen masyarakat sipil di Nganjuk untuk duduk bersama.
 
"Mari kita berkonsolidasi. Saya mengajak kita semua untuk berdiskusi merencanakan pendirian Aliansi Aktivis, LSM, dan Media Kabupaten Nganjuk. Bukan untuk memonopoli suara, bukan untuk satu kepentingan tapi untuk menjaga agar kita tidak mudah dipecah belah.
 
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat itu hal yang wajar dan sehat. Namun perbedaan itu tidak boleh menjadikan kita musuh satu sama lain.
 
Kita boleh berbeda pandangan soal satu proyek. Tapi kita tetap satu tujuan: Nganjuk yang maju, adil, dan taat hukum. Jangan sampai ada yang diuntungkan karena kita terpecah. Jangan sampai suara rakyat hilang karena kita sibuk saling menyudutkan.
 
Kontrol sosial yang kuat adalah benteng terbaik rakyat. Jika benteng itu retak dari dalam, maka siapa pun yang akan dirugikan bukan kita saja, tapi seluruh masyarakat Nganjuk yang menaruh harapan pada kita. Mari kita bersatu. Bukan untuk setuju semua, tapi untuk tetap saling menghormati  dan tidak mudah diadu domba.(Iwantoro)