
Mengusung semangat silaturahmi, guyub rukun, dan mempererat persaudaraan, perjalanan kali ini terasa semakin istimewa karena rombongan memilih menggunakan Kereta Api Penataran dari Stasiun Wonokromo menuju Malang.

Sejak keberangkatan, suasana penuh keceriaan dan keakraban mewarnai perjalanan. Canda, tawa, dan kebersamaan menjadi warna tersendiri dalam perjalanan rombongan yang mayoritas merupakan ibu-ibu panitia Haul Kampung Mejoyo.
Setibanya di Malang, rombongan melanjutkan perjalanan menikmati suasana Pasar Klojen, kemudian bersantai dan makan bersama di Cafe Pipir Lepen sekaligus melaksanakan ibadah sholat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum sederhana namun bermakna. Setelah selama ini disibukkan dengan berbagai aktivitas kepanitiaan, para ibu akhirnya dapat menikmati waktu bersama dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
“Yang penting bukan mewahnya perjalanan, tetapi kebersamaan dan silaturahminya. Dari Mejoyo ke Malang, hati tetap satu, guyub dan kompak,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.

Keceriaan rombongan semakin terasa dengan dress code kompak: atasan putih, bawahan rok/celana jeans, serta jilbab biru jeans. Penampilan seragam tersebut membuat rombongan semakin mudah dikenali sekaligus menambah keseruan perjalanan.

Perjalanan ini menjadi bukti bahwa silaturahmi tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal. Naik kereta, jalan-jalan, makan bersama, bercanda, hingga menikmati suasana Kota Malang pun dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan.
Dari Mejoyo menuju Malang, satu tujuan: silaturahmi makin erat, persaudaraan makin kuat, dan kekompakan panitia Haul Kampung Mejoyo tetap terjaga!
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim


.jpg)