Dapur Gizi Berdiri di Belakang Gudang Tembakau! , Wartawan Diusir Saat Ingin Konfirmasi - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Dapur Gizi Berdiri di Belakang Gudang Tembakau! , Wartawan Diusir Saat Ingin Konfirmasi

Monday, 6 April 2026

 
 

NGANJUK Warta Global Jatim.id

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi penyelamat kesehatan masyarakat justru tersandung masalah besar di Kabupaten Nganjuk. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Darul Falah Baron, yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, kini menjadi sorotan tajam publik.

Fakta mengejutkan terungkap ketika diketahui bahwa bangunan dapur penyedia makanan bergizi ini berdiri tepat di belakang gudang penyimpanan tembakau. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran serius soal kebersihan dan keamanan pangan, mengingat area tersebut berpotensi menjadi sarang hama dan sumber kontaminasi.

Akses Informasi Ditutup Rapat, Wartawan Diadang
 
Situasi semakin memanas ketika tim media mencoba melakukan peliputan dan konfirmasi langsung di lokasi. Alih-alih mendapatkan penjelasan, awak media justru diadang dan diusir secara kasar oleh petugas.

"Mana surat tugasnya? Kalau tidak ada, silakan pergi!" tegas petugas dengan nada tinggi.
 
Petugas tersebut bahkan bersikap intimidatif dan menolak melihat identitas (ID card) wartawan, seolah menutup rapat akses publik untuk mengetahui kondisi sebenarnya di sana. Mereka juga mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung ke kantor yayasan di Baron karena mengaku tidak ada pejabat berwenang di lokasi.
 
Pemerintah: Lokasi Sudah Diverifikasi Pusat
 
Menanggapi polemik ini, Wakil Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, buka suara. Ia menegaskan bahwa penentuan lokasi SPPG bukanlah keputusan pemerintah daerah, melainkan hasil verifikasi langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).
 
"Semua titik sudah diverifikasi BGN sebelum operasional. Kami tidak terlibat langsung dalam penentuan lokasi," ujarnya, Senin (6/4/2026).
 
Meski demikian, pihaknya tidak menutup mata terhadap keluhan yang muncul. Yudhi memastikan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
 
"Kami akan cek langsung ke lapangan. Mulai dari sarana prasarana hingga instalasi pengolahan limbah (IPAL) akan kami tinjau ulang," tegasnya.
 
Pertanyaan Besar di Masyarakat
 
Kasus ini kini menjadi tanda tanya besar bagi warga. Bagaimana mungkin dapur untuk program kesehatan nasional dibangun di area yang berisiko? Apakah proses verifikasi sudah berjalan ketat, atau ada celah yang luput diawasi?
 
Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar bersih, sehat, dan aman dikonsumsi, bukan justru membawa risiko baru bagi kesehatan.(Tim-Red)