Pemerhati Sejarah Nganjuk Blusukan Situs Bersejarah Jelang Hari Lahir Pancasila - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pemerhati Sejarah Nganjuk Blusukan Situs Bersejarah Jelang Hari Lahir Pancasila

Monday, 1 June 2026

Nganjuk, Warta Global Jatim.id
1 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk menggelar 

kegiatan blusukan menelusuri sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Nganjuk. Kegiatan yang dipimpin oleh Sugiarto, akrab disapa Kang Ujang, ini bertujuan menghubungkan akar budaya leluhur dengan nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara Indonesia.

Rombongan memulai perjalanan kunjungan pertamanya ke Museum Marsinah. Di lokasi tersebut, rombongan disambut langsung oleh saudara kandung Marsinah, ibu Marsini.

Salah satu anggota tim yang juga budayawan sekaligus pemerhati sejarah, Ki Sutomo Sastro Kusumo, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya hanya dijadikan seremonial belaka. Melalui penelusuran situs sejarah ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa nilai-nilai Pancasila telah hidup dan berkembang dalam budaya bangsa jauh sebelum dirumuskan secara resmi.

 
“Memperingati Hari Lahir Pancasila bukan sekadar upacara atau pidato semata. Kita harus menggali lebih dalam perjuangan dan warisan peradaban nenek moyang kita. Sesungguhnya, sejak zaman dahulu kala, leluhur kita telah memiliki konsep budaya tentang saling menghargai, menghormati, berkeadilan, hingga semangat gotong royong. Semua itu sejatinya merupakan cerminan dari falsafah bangsa kita, Pancasila, yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Ki Sutomo.
 
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut telah tumbuh dan mengakar kuat dalam peradaban kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti Majapahit, Singhasari, dan Kediri. Menurutnya, lahirnya Pancasila bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan kristalisasi dari kearifan lokal yang telah ada turun-temurun.
 
“Ini juga diakui oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Beliau menegaskan bahwa Pancasila diambil dari akar budaya dan kearifan nenek moyang bangsa Indonesia. Dalam sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945, Bung Karno melontarkan gagasan tentang nasionalisme dan konsep dasar negara yang kemudian disempurnakan dan disampaikan secara lengkap pada 1 Juni 1945,” jelasnya.
 
Ki Sutomo juga menyinggung penetapan resmi tanggal peringatan tersebut. “Hingga akhirnya, pada tahun 2016 melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tahunnya,” imbuhnya.
 
Ketua pelaksana kegiatan, Kang Ujang, menambahkan bahwa kunjungan ini akan dilanjutkan ke situs-situs bersejarah lainnya, baik peninggalan zaman kerajaan maupun masa kolonial. Harapannya, generasi muda semakin mencintai sejarah dan menyadari bahwa Pancasila adalah identitas asli bangsa yang bersumber dari budaya sendiri.
 
“Melalui penelusuran ini, kami ingin membuktikan bahwa Pancasila adalah milik seluruh rakyat Indonesia yang tumbuh dari bumi pertiwi. Semakin kita mengenal budaya dan sejarah leluhur, semakin kuat pula kita memegang teguh persatuan bangsa,” pungkas Kang Ujang.(AG-red)