Pembentukan Paguyuban Mataram Agung Nusantara di Komplek pelataran Makam Mbah Genuk Semarang, Minggu (11/26).SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Paguyuban Mataram Agung Nusantara (MAN) Semarang Jawa Tengah, di bentuk di komplek pelataran Makam sejarah kota Semarang Mbah Genuk, pada hari Minggu (11/1/2026).
Paguyuban ini untuk menampung Budayawan di lingkup Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya. Tugas dan program yang di laksanakan adalah untuk menampung budayawan dan meluruskan sejarah tanah Jawa yang tidak sesuai dengan sejarah asli hingga terjadi pembelokan sejarah bisa membuat generasi yang akan datang menjadi keliru untuk memaknai arti sejarah tanah Jawa secara benar.
Pembentukan Paguyuban Mataram Agung Nusantara di Komplek pelataran Makam Mbah Genuk Semarang, Minggu (11/26).Paguyuban ini sebagai pelindung GRM Soeryo Bandriyo (KGPH Panembahan Agung Benowo) beliau adalah Pengageng Kasentanan ing Kraton Surakarta Hadiningrat.
Sebagai pembina dan pendiri Arianik Indriastutik atau Ray Ambarwati Kencono Wungu, serta sebagai Ketua Umum RM Miko Yulianto ST.
Sedangkan ketua di jabat oleh KRT Kokok Wahyudi SH.
Pembentukan Paguyuban Mataram Agung Nusantara di Komplek pelataran Makam Mbah Genuk Semarang, Minggu (11/26).Dengan terbentuknya wadah budayawan MAN di kota Semarang dan Jawa Tengah diharapkan bisa menampung para budayawan dan para supranatural bisa untuk saling bekerja sama mengembangkan budaya di Jawa Tengah secara benar, kata RM Miko selaku ketua umum.
Hal senada juga di sampaikan oleh Ki Togog selaku Humas dan tuan Rumah berlangsungnya acara tersebut.
Peresmian ini di hadiri sekitar 60 orang budayawan dari Temanggung dan perwakilan dari Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang. Acara berlangsung tertib dan sesuai dengan yang di harapkan.
(Eko Bhaktianto)


.jpg)