PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2026, KELUARGA BESAR NAHDLIYIN DUKUH PAKIS GELAR NOBAR FILM “SANG KIAI”, GUGAH SEMANGAT JUANG DAN CINTA TANAH AIR - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2026, KELUARGA BESAR NAHDLIYIN DUKUH PAKIS GELAR NOBAR FILM “SANG KIAI”, GUGAH SEMANGAT JUANG DAN CINTA TANAH AIR

Sunday, 8 November 2026

SURABAYA, WARTA GLOBAL JATIM.ID – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, keluarga besar Nahdliyin bersama masyarakat Dukuh Pakis, Surabaya, menggelar nonton bareng (nobar) film Sang Kiai di Masjid Baitulsholihin, Jalan Kalikendal VI No. 34, Dukuh Pakis, Sabtu (7/11/2026) malam, selepas salat Isya hingga selesai.

Kegiatan yang mengangkat nilai sejarah perjuangan ulama dan santri tersebut berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, serta menjadi momentum untuk menanamkan kembali semangat keislaman, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Yalal Wathon, Jumbareka, dan Mars Hari Santri yang dipandu Ibu Muslimat.

Suasana religius semakin terasa melalui istighosah yang dipimpin Ustaz Sulfie, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Tanfidziyah dan Ketua MWC setempat.

Rangkaian acara berikutnya diisi dengan Mahalul Qiyam, pembacaan Ikrar Santri, serta doa bersama. Setelah seluruh prosesi seremonial selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film Sang Kiai yang disaksikan dengan antusias oleh keluarga besar Nahdliyin dan masyarakat sekitar.

Film Sang Kiai mengangkat kisah perjuangan KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dalam mempertahankan akidah Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan Jepang.

Salah satu bagian penting dalam film tersebut menggambarkan keteguhan KH Hasyim Asy'ari menolak praktik Seikerei, yakni kewajiban membungkukkan badan ke arah matahari terbit sebagai bentuk penghormatan kepada Kaisar Jepang. Sikap tersebut bertentangan dengan prinsip akidah Islam sehingga beliau dengan tegas menolaknya, meskipun harus menghadapi penangkapan dan penyiksaan oleh tentara Jepang.

Film ini juga menggambarkan perjuangan para santri, termasuk tokoh Harun, yang berupaya menghimpun kekuatan untuk menuntut pembebasan sang kiai. Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa kuatnya ikatan antara ulama dan santri dalam menghadapi penindasan penjajah.

Melalui perjuangan diplomasi yang dilakukan KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdul Wahab Hasbullah bersama para tokoh lainnya, KH Hasyim Asy'ari akhirnya berhasil dibebaskan. Perjuangan ulama dan santri kemudian terus berkembang melalui berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan Laskar Hizbullah sebagai bagian dari kekuatan perjuangan bangsa.

Puncak semangat perjuangan tersebut tercermin dalam lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang dipelopori KH Hasyim Asy'ari. Seruan tersebut menegaskan kewajiban mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air dari ancaman penjajah. Resolusi Jihad kemudian menjadi salah satu pemantik semangat perjuangan arek-arek Surabaya dan para santri dalam Pertempuran 10 November 1945.

Melalui kegiatan nobar film Sang Kiai, keluarga besar Nahdliyin Dukuh Pakis berupaya menghadirkan pembelajaran sejarah yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda. Keteguhan para ulama, keberanian santri, serta semangat persatuan dan cinta tanah air diharapkan terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dari pesantren untuk negeri, dari santri untuk Indonesia. Semangat Resolusi Jihad harus terus menyala demi menjaga agama, bangsa, dan NKRI.

Reporter: NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id

JAWA TIMUR – MEDIA CEPAT, AKURAT & TERPERCAYA