Yonanda Galuh Puspitasari, Mahasiswa S2 UNESA, Suarakan Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah di Konferensi Dunia WCCE 2026 - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Yonanda Galuh Puspitasari, Mahasiswa S2 UNESA, Suarakan Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah di Konferensi Dunia WCCE 2026

Tuesday, 3 November 2026
 WARTAGLOBAL.ID
  • JAKARTA, 23 Oktober 2026 — Perwakilan dari daerah tidak lagi sekadar penonton dalam panggung internasional. Yonanda Galuh Puspitasari, mahasiswa S2 Universitas Negeri Surabaya sekaligus pengurus ICCN, membawa suara ekonomi kreatif dari wilayah ke forum The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, sekaligus membuktikan bahwa potensi kreatif Indonesia tumbuh dan berakar kuat di daerah-daerah.

JATIM.WARTAGLOBAL.ID|JAKARTA — The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Konferensi bergengsi bertaraf dunia ini menjadi ajang pertemuan para pemangku kepentingan, praktisi, dan penggiat ekonomi kreatif dari berbagai negara untuk membahas perkembangan, tantangan, serta peluang industri kreatif global. Di tengah forum internasional tersebut, nama Yonanda Galuh Puspitasari, S.M., mahasiswa Program Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Negeri Surabaya (UNESA), turut mencatatkan partisipasi penting.
 

Perempuan yang akrab disapa Mary Jona ini hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai bagian dari jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Ia terlibat langsung dalam agenda utama bertajuk "Suara Ekraf Indonesia: From Voice to Action", sebuah pertunjukan kreatif lintas subsektor yang dirancang untuk mengangkat aspirasi ekonomi kreatif dari berbagai pelosok tanah air ke panggung dunia. Kehadirannya menjadi jembatan antara ekosistem kreatif daerah dengan pembahasan kebijakan ekonomi kreatif tingkat global.
 

Dalam kegiatan tersebut, Yonanda tampil memukau melalui penampilan musikal membawakan lagu "Tanah Air". Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari rangkaian ekspresi seni yang sarat makna untuk menghadirkan semangat kebangsaan, keberagaman budaya, dan keterhubungan antarwilayah di Indonesia. Penampilan ini disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, beserta jajaran Kementerian dan perwakilan ICCN dari berbagai daerah.
 

Keterlibatan Yonanda dalam forum internasional ini tidak terlepas dari peran strategisnya di ICCN. Ia mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Distribusi Daring pada Direktorat Media & Communication ICCN, di bawah Deputi 5 Kemitraan Strategis, Pemasaran, dan Ekonomi Kreatif. Melalui posisi tersebut, ia berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi serta membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan terhubung antar kota dan kabupaten di Indonesia.
 

Momentum penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan 10 Manifesto Suara Ekonomi Kreatif Indonesia dengan tema "Dari Daerah untuk Dunia". Dokumen resmi ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Manifesto tersebut dirumuskan dari aspirasi jejaring yang mencakup 277 kota dan kabupaten kreatif di 35 provinsi di seluruh Indonesia, mencerminkan keragaman potensi sekaligus tantangan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.
 

Sepuluh agenda strategis yang tertuang dalam manifesto mencakup berbagai aspek krusial, antara lain inovasi berbasis sumber daya lokal, pembangunan berkelanjutan, pengakuan terhadap pelaku kreatif informal, penguatan peran perantara dan agregator, serta menjamin inklusivitas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital, penguatan data dan indeks ekonomi kreatif daerah, dukungan regulasi, sinergi ekosistem heksaheliks, serta keterlibatan aspirasi daerah dalam agenda ekonomi kreatif global.
 

Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan dalam sambutannya bahwa kekuatan ekonomi kreatif Indonesia lahir dari keberagaman yang tersebar di seluruh wilayah, bukan hanya berpusat di kota-kota besar. Forum internasional seperti WCCE menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus memastikan bahwa suara daerah didengar dalam pembentukan kebijakan ekonomi kreatif masa depan. Penyampaian manifesto ini juga menjadi langkah konkret untuk memperkuat posisi daerah dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional.
 

ICCN sendiri berperan sebagai jaringan yang menghubungkan komunitas dan pemangku kepentingan kota serta kabupaten kreatif di Indonesia. Melalui jejaring ini, berbagai daerah dapat saling bertukar pengalaman, gagasan, dan membangun kolaborasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Peran ini tidak terbatas pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga mencakup penguatan komunitas, pengembangan talenta, pemetaan potensi daerah, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.
 

Di samping aktivitasnya di tingkat nasional, Yonanda dikenal aktif membangun ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Malang Raya dan Jawa Timur secara umum. Ia adalah pendiri NAWAKEWED Music Ecosystem, sebuah inisiatif yang berfokus pada pengembangan musisi independen, pengelolaan talenta, serta memperkuat ekosistem musik berbasis komunitas. Melalui NAWAKEWED, rutin diadakan berbagai pertunjukan musik independen yang membuka ruang bagi karya seniman lokal untuk dikenal lebih luas.
 

Yonanda juga mendirikan NCreators atau Network Creators Media, sebuah agensi kreatif yang mengembangkan jejaring kreator konten dan pemasaran digital. Dua inisiatif ini menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berbicara tentang ekonomi kreatif, tetapi membangun ekosistem yang memberdayakan pelaku kreatif dari hulu ke hilir. Pengalaman praktis inilah yang kemudian memperkaya perspektifnya saat turut menyuarakan aspirasi daerah di forum internasional WCCE 2026.
 

Keterlibatan Yonanda dalam WCCE 2026 sekaligus membuktikan bahwa pelaku ekonomi kreatif dari daerah memiliki peran penting dan strategis di panggung internasional. Semangat "Dari Daerah untuk Dunia" kini bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang dijalankan oleh para pelaku kreatif seperti Yonanda. Ke depannya, diharapkan semakin banyak suara dan karya kreatif dari daerah yang dapat hadir dan bersaing di kancah dunia, menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan utama ekonomi kreatif bangsa.

Red/fer