. Rayakan HJB ke-349
BOJONEGORO —Jatim.wartaglobal.id - Merawat persatuan dan merawat kebhinekaan membutuhkan aksi nyata, ruang dialog, serta kolaborasi inklusif antara pemerintah dan masyarakat. Mengusung semangat tersebut dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuka ruang sinergi luas bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) melalui gelaran Sarasehan dan Kirab Kebangsaan.
Agenda kolaboratif yang diinisiasi oleh Panitia Sinergitas Ormas Bojonegoro (SOB) ini mengusung tema “Memperkuat Persatuan, Merawat Kebhinekaan, dan Menambah Wawasan Kebangsaan”. Kegiatan ini melibatkan berbagai ormas yang terdaftar resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro.
Dukungan Penuh Fasilitas dan Publikasi Digital
Bentuk komitmen Pemkab Bojonegoro dalam merangkul elemen masyarakat sipil diwujudkan melalui penyediaan fasilitas gedung hingga sarana publikasi digital. Melalui Bakesbangpol serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pemerintah memfasilitasi penggunaan Gedung Angling Dharma lantai 2, tayangan videotron, hingga siaran langsung (live streaming) di kanal resmi pemkab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sarasehan Kebangsaan yang telah sukses digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Gedung Angling Dharma. Semangat kebangsaan ini akan berlanjut dan memuncak pada panggung ruang publik lewat Kirab Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 mendatang, melintasi sejumlah ruas jalan protokol Kota Bojonegoro.
Ormas sebagai Mitra Strategis Pembangunan
Ketua Panitia Sinergitas Ormas Bojonegoro, Mochammad Bekti, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan dukungan penuh Pemkab Bojonegoro. Kemitraan ini dinilai sebagai dorongan besar untuk mengenalkan potensi kearifan lokal, seni, dan budaya Bojonegoro ke tingkat nasional.
"Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Bojonegoro sangat terbuka dan mendukung peran aktif Ormas sebagai mitra strategis pembangunan. Melalui fasilitas publikasi yang memadai, pesan persatuan dan kebhinekaan dalam momen HJB ke-349 ini dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," ungkap Mochammad Bekti.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, melainkan butuh kekuatan solidaritas sosial, partisipasi aktif publik, serta kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan.
Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Identitas Daerah
Keberadaan ormas memiliki posisi strategis sebagai jembatan aspirasi warga, penggerak kearifan lokal, dan penjaga kerukunan di tengah keberagaman latar belakang. Momentum peringatan HJB ke-349 ini pun menjadi ruang refleksi bersama atas sejarah, warisan budaya, dan tanggung jawab membangun masa depan daerah.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Pemkab, Bakesbangpol, Kominfo, dan gabungan Ormas Bojonegoro, pesan kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan menjelma menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari kepedulian sosial hingga pelestarian budaya.
Gelora HJB ke-349 ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh potensi masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Bojonegoro yang makin adil, makmur, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(**)


.jpg)