
WARTAGLOBAL.ID
- DAU, Rabu 14 Oktober 2026 — Sebuah gudang kayu di kawasan Jalan Raya Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, hangus terbakar pada Rabu pagi dini hari. Laporan warga masuk sekitar pukul 05.17 WIB, dan petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi untuk mencegah api menjalar ke bangunan sekitar.
Sebuah gudang kayu milik warga terbakar hebat di Jalan Raya Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Rabu (14/10/2026). Kebakaran terjadi saat aktivitas masyarakat belum terlalu padat, sehingga kejadian ini sempat mengejutkan warga sekitar yang terbangun melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari arah lokasi kejadian.
Informasi awal kebakaran diterima dari warga bernama Samsul yang melaporkan kejadian tersebut pada pukul 05.17 WIB. Setelah laporan masuk, petugas segera bersiap dan tiba di lokasi tidak lama kemudian, tepatnya mulai melakukan penanganan pada pukul 05.20 WIB.
Api terlihat berkobar besar dari bangunan gudang yang berisi tumpukan kayu tersebut. Karena material bangunan dan isinya sangat mudah terbakar, api dengan cepat menghanguskan sebagian besar isi gudang dalam waktu singkat meskipun petugas telah segera melakukan pengejaran.
Pihak berwenang segera mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu. Selain itu, tim dari PMK Kabupaten Malang juga turut diperintahkan ke lokasi untuk membantu proses pendinginan dan pemadaman agar lebih cepat tertangani.
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam. Petugas harus bekerja ekstra untuk menjinakkan api yang terus dipicu tumpukan kayu kering di dalam gudang. Upaya difokuskan pada pemadaman sumber api sekaligus mencegah percikan api melompat ke bangunan tetangga yang berdekatan.
Api baru benar-benar dinyatakan padam dan kondisi aman pada pukul 07.40 WIB. Petugas tetap berada di lokasi beberapa saat untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa menyala kembali.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Satu orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian memilih untuk tidak menyebutkan identitasnya kepada awak media. Hal ini tidak menghalangi proses penanganan yang tetap berjalan sesuai prosedur.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran, namun sementara pihak berwenang menduga kuat kejadian ini dipicu oleh faktor kelalaian manusia atau human error. Dugaan ini muncul setelah pemeriksaan awal di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda hubungan arus pendek listrik atau petir sebagai pemicu utama.
Kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah, atau berkisar di angka sekitar Rp800 juta. Angka tersebut merupakan gabungan dari nilai bangunan gudang beserta seluruh stok kayu yang tersimpan di dalamnya, yang mayoritas telah habis dilalap si jago merah.
Pemilik gudang yang mengalami kerugian besar berharap agar hasil penelusuran penyebab kebakaran dapat segera diketahui secara jelas. Pihaknya juga berterima kasih kepada petugas pemadam yang telah bekerja cepat sehingga api tidak menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Pihak kepolisian dan tim terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Masyarakat pun diimbau untuk selalu memeriksa keamanan di tempat penyimpanan bahan mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Red/fer


.jpg)