
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk memahami, menghargai dan tidak melupakan sejarah perjalanan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
“Jangan lupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai perjuangan para pendahulu dan belajar dari sejarah masa lalu untuk membangun masa depan,” demikian pesan Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim, NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI.
Peringatan 1 Oktober berkaitan erat dengan perjalanan sejarah Indonesia setelah peristiwa G30S pada 30 September 1965. Hari Kesaktian Pancasila kemudian menjadi momentum nasional untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
Memahami sejarah bukan berarti terus terjebak pada masa lalu. Sejarah harus menjadi cermin dan pelajaran agar generasi saat ini maupun generasi mendatang mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari: gotong royong, toleransi, kepedulian terhadap sesama, menghormati perbedaan, menjunjung keadilan serta menjaga persatuan bangsa.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal Pancasila sebagai lima sila yang dihafalkan, tetapi tidak memahami sejarah dan nilai perjuangan yang menyertainya. Mari kenali sejarah, hormati para pendahulu dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk menjaga Indonesia,” tambahnya.
PENUTUP REDAKSI
Warta Global Jatim.id memandang bahwa memperingati Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang meneguhkan komitmen untuk menjaga masa depan bangsa.
Sejarah tidak boleh dihapus, dipelintir ataupun dilupakan. Dari sejarah, kita belajar bahwa persatuan merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa dan pilihan kehidupan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling memecah belah.
Pancasila bukan sekadar simbol. Pancasila adalah nilai yang harus hidup dalam sikap dan tindakan kita.
Mari terus menjaga persaudaraan, merawat kebhinekaan, memperkuat gotong royong dan berdiri bersama sebagai satu bangsa Indonesia.
Jangan lupakan sejarah.
Jangan tinggalkan Pancasila.
Jangan biarkan persatuan terpecah.
Karena Indonesia adalah rumah kita bersama.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober 2026.
“PANCASILA SAKTI, INDONESIA BERSATU.”
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim


.jpg)