
Medhayoh Bupati di Napis, Setyo Wahono Serap Aspirasi Warga
BOJONEGORO –jatim.wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi melalui agenda Medhayoh Bupati. Kali ini, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, menjadi lokasi dialog antara Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dengan masyarakat, Kamis (1/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat dibahas secara langsung. Mulai dari konektivitas jalan dan jembatan, pendidikan, bantuan sosial, pertanian, hingga sejumlah kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Bupati Setyo Wahono hadir bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran jajaran Pemkab tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendengar secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memberikan penjelasan mengenai program pembangunan yang sedang maupun akan dilaksanakan.
Salah satu perhatian utama dalam dialog tersebut adalah sektor infrastruktur. Pemkab Bojonegoro mengalokasikan sekitar Rp4,8 miliar melalui P-APBD 2026 untuk sejumlah pekerjaan infrastruktur di wilayah tersebut.
Anggaran tersebut di antaranya diarahkan untuk rekonstruksi jalan ruas Desa Boti, percepatan penanganan jalur Napis-Tawaran dan Napis-Watujago dengan total panjang sekitar 7 kilometer, serta pengerjaan jembatan darurat Koripan.
Selain itu, terdapat 25 titik kegiatan fisik yang mencakup pembangunan maupun penanganan jalan, jembatan, drainase, dan tembok penahan tanah (TPT).
Pemkab Bojonegoro juga melakukan penyederhanaan mekanisme penyaluran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) 2026 menjadi satu kali tahap pencairan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses administrasi sekaligus mempercepat pelaksanaan kegiatan pembangunan di tingkat desa.
Pendidikan Jadi Perhatian
Persoalan pendidikan turut menjadi pembahasan penting dalam agenda Medhayoh Bupati. Pemkab Bojonegoro menyampaikan sejumlah program beasiswa yang terus diperluas untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat.
Program tersebut meliputi Beasiswa Prestasi, program Satu Desa 10 Sarjana, beasiswa pondok pesantren, hingga bantuan tugas akhir sebesar Rp2,5 juta.
Dukungan terhadap pendidikan juga diperkuat melalui P-APBD 2026. Pemerintah daerah memberikan bantuan sebesar Rp1 juta per siswa kepada 2.937 pelajar SLTA/SMK dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 hingga 5.
Pemkab Bojonegoro juga terus berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait tata kelola pembiayaan pendidikan, baik pada sekolah negeri maupun swasta.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan lain turut disampaikan masyarakat. Di antaranya kepastian insentif bagi marbot dan takmir, percepatan pencairan BPDGS Madrasah, serta pembenahan proses verifikasi penerima bantuan sosial sembako.
Warga juga mengusulkan agar santunan duka dapat dialihkan menjadi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani rentan.
Selain itu, persoalan ketersediaan pupuk serta pengawasan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi bagian dari aspirasi masyarakat.
Tinjau Sekolah Rusak
Usai berdialog dengan masyarakat, Bupati Setyo Wahono melanjutkan kunjungan ke SMPN 1 Tambakrejo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
Setyo Wahono memastikan kondisi tersebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme penanganan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Penanganan infrastruktur sekolah, termasuk kemungkinan revitalisasi, diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke kawasan Taman Embung Napis. Dalam perjalanan, Bupati Setyo Wahono menyempatkan berhenti dan berdialog langsung dengan masyarakat.
Pertemuan berlangsung secara informal. Warga dapat menyampaikan kondisi maupun persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada kepala daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan.
Agenda Medhayoh Bupati menjadi salah satu sarana Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
Berbagai aspirasi yang disampaikan warga menjadi bahan dalam penyusunan sekaligus pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta menindaklanjuti berbagai persoalan secara bertahap sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan.


.jpg)