
SURABAYA | WARTA GLOBAL JATIM.ID — Pembukaan kegiatan Tahlil Rutin Al-Barokah RT 04 RW 07 Mejoyo digelar di kediaman Muhammad Naufal Asyasyahidu Hayy Alfath Dzulkarnain, kawasan Mejoyo 2/4, Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.15 WIB hingga selesai tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Pembukaan tahlil rutin diikuti jamaah Tahlil Al-Barokah, para undangan, serta grup sholawat albanjari.

Sebagaimana kegiatan rutin sebelumnya, acara diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil dan doa bersama. Namun, pelaksanaan kali ini terasa lebih istimewa karena sekaligus dikemas dalam bingkai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan pembacaan sholawat dan lantunan albanjari yang menambah suasana religius. Jamaah tampak mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat hingga acara selesai.
Menghidupkan Amalan Ahlussunnah wal Jamaah
Mewakili keluarga, Bapak M. Solikan Abdillah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah dan undangan yang telah hadir.

“Matur suwun sanget atas kehadiran panjenengan sedoyo. Lan ngapunten sanget menawi wonten kekurangan saking keluarga. Mugi kita sedoyo tetep semangat nguri-uri lan ngurip-ngurip amalan Ahlussunnah wal Jamaah, salah satunya melalui tahlil rutin seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tahlil rutin bukan sekadar pertemuan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, membangun kebersamaan, serta menjaga tradisi amaliyah keagamaan di tengah masyarakat.
Dalil Tahlil dan Dzikir

Tradisi tahlil pada hakikatnya merupakan rangkaian dzikir, doa, pembacaan Al-Qur'an dan kalimat La ilaha illallah. Perintah untuk
memperbanyak dzikir ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”
(QS. Al-Ahzab: 41)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik dzikir adalah La ilaha illallah.”
(HR. Tirmidzi)
Ayat dan hadis tersebut menjadi landasan umum tentang keutamaan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah SWT. Dalam praktik tahlil di masyarakat, bacaan dzikir kemudian dirangkai bersama pembacaan Yasin, istighfar, sholawat, doa dan amalan lainnya.
Keutamaan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW
Sementara itu, pembacaan sholawat menjadi bagian penting dalam kegiatan Maulid Nabi. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Keutamaan bersholawat juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya:
“Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)
Karena itu, lantunan sholawat dalam kegiatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Kegiatan Tahlil Rutin Al-Barokah RT 04 RW 07 Mejoyo diharapkan dapat terus menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana bersama dalam menjaga dan menghidupkan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya dzikir, tahlil, sholawat dan doa bersama.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar warga untuk menjaga kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneruskan amaliyah keagamaan dari generasi ke generasi.
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim


.jpg)