
NGANJUK Warta Global Jatim.id
Semangat kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera atau mengikuti lomba 17 Agustusan. Bagi komunitas pelaku UMKM, Kuliner Kertosono,PTB Nganjuk ,Komunitas Konco Dewe dan Pemerhati Sejarah Nganjuk, kemerdekaan adalah momen untuk berbagi terutama kepada mereka yang paling membutuhkan kasih sayang.

Pada Minggu 13 September 2026,yang penuh berkah, suasana hangat dan haru menyelimuti Griya Prasmanan Djawi Mbok Si,in yang terletak di Pandantoyo, Kecamatan Kertosono. Di tempat yang kental dengan nuansa budaya dan sejarah ini, puluhan anak yatim piatu dari sekitar Kecamatan Kertosono berkumpul, bukan untuk sekadar menerima santunan melainkan untuk merasakan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa di hari kemerdekaan ini, mereka pun mendapat "kado" kasih sayang dari sesama anak bangsa.
BUKAN SEKADAR BAKTI SOSIAL INI WUJUD KEMERDEKAAN YANG SESUNGGUHNYA
Acara bertema "Kado Kemerdekaan Yatim Dhuafa HUT RI ke-81" ini digagas bersama oleh Komunitas Kuliner Kertosono, lintas komunitas UMKM, dan para pemerhati sejarah Kabupaten Nganjuk. Di balik kesederhanaan pelaksanaannya, tersimpan makna yang begitu dalam, bahwa merayakan kemerdekaan harus diisi dengan kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yang telah ditinggalkan orang tuanya.
Sugiarto panggilan akrabnya"Kang Ujang', yang menjabat Ketua Panitia dan sekaligus Ketua Komunikasi UMKM dan Kuliner Kertosono, menyampaikan haru dan syukur di hadapan para hadirin:
"Kami mengadakan acara ini bukan sekadar untuk berbagi santunan. Lebih dari itu, kami ingin memupuk rasa solidaritas dan semangat gotong royong antar pelaku usaha UMKM dan Kuliner Kertosono. Kemerdekaan yang kita rayakan ke-81 ini, baru terasa manisnya jika kita mampu berbagi terutama kepada anak-anak yatim piatu yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini. Inilah kado kemerdekaan yang paling tulus dari kami untuk mereka."
HADIRNYA PEMERINTAH DAERAH,PENGHARGAAN TERHADAP SEMANGAT MANDIRI
Kehadiran Bimo Budi Utomo, S.E., Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Nganjuk, menambah semangat para pelaku UMKM yang hadir. Dalam sambutannya, Bimo memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang lahir dari bawah, dari pelaku usaha sendiri, tanpa menunggu perintah dari atas.
"Saya sangat bangga dan terharu melihat semangat rekan-rekan pelaku UMKM di Kertosono. Kalian tidak hanya sibuk berjuang untuk usahanya sendiri, tetapi juga ingat untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Inilah wajah kemandirian masyarakat yang sesungguhnya mandiri secara ekonomi, namun tetap lembut dan peduli secara sosial."
DI GRIYA DJAWI MBOK SI, IN TEMPAT YANG PENUH MAKNA
Pemilihan lokasi di Griya Prasmanan Djawi Mbok Si,in bukan tanpa alasan. Tempat ini dikenal bukan hanya sebagai tempat kuliner, melainkan juga ruang yang menjaga nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal Nganjuk. Di sinilah nilai kemerdekaan sesungguhnya dipahami: merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, melainkan bebas untuk berbuat baik, bebas untuk saling mengasihi, dan bebas untuk menjaga warisan leluhur dengan penuh tanggung jawab.
Para anak yatim piatu yang hadir tampak ceria menerima santunan dan tumpeng yang dibagikan. Tawa mereka menjadi penutup yang indah untuk acara ini sebuah bukti bahwa kebahagiaan sederhana bisa tumbuh dari kepedulian yang tulus.
Perayaan HUT RI ke-81 ini di Kertosono mengajarkan kita satu hal yang sederhana namun mendalam, kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita bisa berdiri sendiri, namun tangan kita tetap terulur untuk mengangkat saudara kita yang lain.
Semoga semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh Komunitas Kuliner Kertosono, UMKM, dan pemerhati sejarah Nganjuk ini terus menyala, menjadi teladan bagi daerah lain, dan menjadi doa terbaik bagi masa depan anak-anak yatim piatu tersebut semoga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berbakti, dan juga gemar berbagi.
"Kado terindah di hari kemerdekaan bukanlah harta benda, melainkan kasih sayang dan harapan untuk masa depan."tegasnya (Tomo)


.jpg)