
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.15 WIB tersebut dihadiri ratusan warga, jamaah, serta keluarga almarhum. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin H. Nur Cholis, kemudian dilanjutkan pembacaan tahlil yang dipimpin Ust. Ali Mas Hud.

Suasana semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama mengikuti Mahalul Qiyam yang dipimpin Gus Zamam. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ust. M. Fatawi, sebagai ikhtiar bersama untuk memohonkan ampunan, rahmat dan keberkahan dari Allah SWT bagi almarhum.

Seluruh jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Suasana kekeluargaan juga begitu terasa sepanjang acara. Warga dan jamaah hadir dengan satu tujuan, yakni mendoakan almarhum sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Mendoakan Orang yang Telah Wafat
Mendoakan saudara-saudara seiman yang telah meninggal dunia memiliki landasan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 10:
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman...”
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi saudara-saudara seiman yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam HR. Muslim, bahwa apabila manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakannya.
Karena itu, kegiatan tahlil dan doa bersama menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat yang diisi dengan dzikir, pembacaan kalimat thayyibah, Mahalul Qiyam serta doa untuk orang yang telah wafat.
Tahlil 40 hari almarhum HM Su’ud berlangsung tertib, khusyuk dan penuh suasana kekeluargaan. Para jamaah berharap seluruh doa yang dipanjatkan diterima Allah SWT, menjadi amal kebaikan bagi almarhum, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Surabaya, Warta Global Jatim.id
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimred Warta Global Jawa Timur


.jpg)