110 Ambulans Relawan Resmi Terdata, PAKAR Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan di Karanganyar - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

110 Ambulans Relawan Resmi Terdata, PAKAR Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan di Karanganyar

Sunday, 13 September 2026
Dishub Karanganyar Apresiasi Terhadap PAKAR atas 110 Ambulans Relawan untuk Layanan Kemanusiaan di Karanganyar, Minggu (13/9/26).

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Paguyuban Ambulans Karanganyar (PAKAR) menggelar apel akbar perdana di halaman Gedung Teater Bhineka Karanganyar, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendata keberadaan ambulans relawan yang selama ini berperan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.

Di tengah berkumpulnya puluhan ambulans relawan, Dinas Perhubungan (Dishub) Karanganyar menilai keberadaan PAKAR memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kegawatdaruratan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Karanganyar, Jalus Setyo Bintoro, memberikan apresiasi terhadap para relawan yang selama ini bergerak membantu masyarakat dalam proses evakuasi maupun pelayanan kemanusiaan.

Menurut Jalu, ambulans relawan tidak sekadar menjadi kendaraan untuk mengantar pasien, tetapi memiliki peran besar dalam mempercepat masyarakat mendapatkan pertolongan medis.

“PAKAR ini adalah penyambung nyawa masyarakat. Semangatnya kurang lebih seperti Bung Karno yang dikenal sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar Jalu saat menghadiri apel akbar tersebut.

Ia mengatakan PAKAR kini menjadi bagian dari ekosistem pelayanan darurat di Kabupaten Karanganyar. Karena itu, koordinasi antara pengelola ambulans relawan dengan pemerintah dinilai perlu terus ditingkatkan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kelancaran perjalanan ambulans ketika sedang menjalankan tugas. Kendaraan yang membawa pasien atau melakukan evakuasi membutuhkan akses jalan yang lancar agar dapat tiba di fasilitas kesehatan secepat mungkin.

Dishub Karanganyar menyatakan siap memberikan dukungan, termasuk membantu pengawalan apabila ambulans harus melintas di ruas jalan yang ditutup akibat kegiatan tertentu.

“Kalau ada kegiatan yang menyebabkan jalan ditutup dan ambulans membutuhkan akses, kami siap membantu melakukan pengawalan,” kata Jalu.

Selain memastikan kelancaran lalu lintas, Dishub juga mendukung pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap ambulans yang tergabung dalam PAKAR.

Menurutnya, aspek keselamatan tidak boleh diabaikan. Ambulans dituntut mampu bergerak cepat, namun kondisi kendaraan juga harus memenuhi standar keselamatan ketika digunakan untuk membawa pasien maupun melakukan evakuasi korban.

Sementara itu, Ketua PAKAR Juniardi Setiawan atau yang akrab disapa Pak Iwan menjelaskan, apel akbar perdana tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pendataan dan memperkuat koordinasi antarpengelola ambulans di Kabupaten Karanganyar.

110 Ambulans Sudah Mendapat Nomor Lambung

Dalam apel tersebut, PAKAR membagikan nomor lambung kepada ambulans yang telah masuk dalam pendataan. Hingga kegiatan berlangsung, sebanyak 110 unit ambulans telah mendapatkan nomor lambung.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Dari sekitar 210 unit ambulans yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karanganyar, sekitar 20 unit lainnya saat ini tengah menjalani proses pendaftaran untuk pendataan tahap kedua.

Keanggotaan PAKAR berasal dari berbagai unsur pelayanan masyarakat, antara lain organisasi kemasyarakatan, ambulans tingkat kecamatan, Public Safety Center (PSC), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Pendataan ini untuk mempermudah koordinasi. Kami ingin semua ambulans yang tergabung bisa terdata dengan baik sehingga ketika ada kejadian atau kebutuhan pelayanan masyarakat, koordinasinya lebih mudah,” ujar Iwan.

Namun, di balik meningkatnya jumlah ambulans relawan, PAKAR masih menghadapi sejumlah kendala, terutama berkaitan dengan ketersediaan peralatan medis dan perlengkapan keselamatan.

PAKAR Dorong Dukungan Peralatan Darurat

Iwan mengungkapkan, sebagian ambulans relawan masih mengalami keterbatasan perlengkapan dasar yang dibutuhkan ketika memberikan pertolongan pertama kepada pasien atau korban kecelakaan.

Beberapa peralatan yang masih dibutuhkan antara lain tabung oksigen, sarung tangan medis atau handscoon, selang oksigen sekali pakai, serta perlengkapan perban.

Keterbatasan tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan risiko yang dihadapi para relawan ketika berada di lokasi kejadian.

Relawan ambulans sering kali menjadi salah satu pihak yang tiba lebih awal di lokasi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya. Mereka harus menghadapi situasi yang tidak selalu aman ketika mengevakuasi maupun memberikan pertolongan kepada korban.

Karena itu, PAKAR berharap Pemerintah Kabupaten Karanganyar dapat memberikan perhatian lebih terhadap ambulans relawan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan logistik medis dan perlengkapan pertolongan pertama.

Selain persoalan fasilitas, legalitas organisasi juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi PAKAR. Paguyuban tersebut telah berjalan hampir empat tahun, tetapi hingga kini belum memiliki badan hukum resmi karena terkendala biaya pengurusan.

Juniardi berharap pemerintah daerah dapat membantu memfasilitasi proses legalitas tersebut. Dengan status hukum yang lebih jelas, PAKAR diharapkan semakin mudah membangun kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai pihak lainnya.

PAKAR juga berencana menjadikan apel akbar sebagai agenda rutin setiap tiga bulan. Kegiatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga digunakan untuk melakukan evaluasi, pendataan, koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan para relawan.

Dengan ratusan unit ambulans yang berpotensi bergabung, PAKAR ingin membangun sistem koordinasi pelayanan kemanusiaan yang semakin terarah.

Harapannya, ketika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat memperoleh pertolongan dengan lebih cepat tanpa terkendala persoalan koordinasi. Bagi para relawan, setiap menit menjadi sangat berharga karena dapat menentukan cepat atau lambatnya seorang pasien maupun korban mendapatkan penanganan medis. (Joko S)