Bojonegoro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Lewat Program Destana di Kedungadem - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Bojonegoro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Lewat Program Destana di Kedungadem

Tuesday, 11 August 2026


BOJONEGORO –Jatim.wartaglobal.id -  Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Langkah konkret ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas warga lewat program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diselenggarakan pada 10 hingga 13 Agustus 2026 di Balai Desa Kepohkidul.

​Program pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh lima desa di wilayah Kecamatan Kedungadem, yakni Desa Kepohkidul, Desa Geger, Desa Babadkidul, Desa Duwel, dan Desa Pejok. Mengandeng fasilitator dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, warga dibekali pemahaman komprehensif mulai dari pemetaan wilayah, kajian risiko, penyusunan rencana kontingensi, hingga penguatan kelembagaan desa.

​Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi. Menurutnya, karakteristik dan potensi ancaman di setiap desa tidak bisa diseragamkan.

​“Bencana itu kita tidak tahu kapan datangnya, tapi bisa dimitigasi,” ujar Setyo Wahono saat membuka kegiatan, Senin (10/8/2026). “Mitigasinya yang penting. Makanya diinventarisir kira-kira potensinya apa, pelatihannya apa, dan koordinasinya harus dengan siapa. Kita ingin desa tidak hanya menjadi objek penanganan, tetapi menjadi garda terdepan dalam melindungi warganya.”

Fokus Utama Pembentukan Destana

  • Pemetaan & Mitigasi Mandiri: Warga diajak mengenali ancaman lokal (seperti angin kencang, kekeringan, atau kebakaran) dan menentukan sistem peringatan dini yang sesuai.
  • Penguatan Kelembagaan Lokal: Mendorong lahirnya regulasi desa dan struktur kepengurusan tanggap bencana yang berkelanjutan, tidak berhenti sebatas pelatihan.
  • Sinergi Antarunsur: Membangun alur komunikasi yang jelas antara pemdes, BPBD, relawan, dan tenaga medis agar respons darurat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Waspada Bencana Musim Kemarau

​Di tengah upaya pembentukan Destana, Pemkab Bojonegoro turut menyoroti tingginya risiko kebakaran saat musim kemarau. Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, membeberkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus telah terjadi 234 peristiwa kebakaran di Bojonegoro.

​BPBD mengimbau keras agar masyarakat tidak sembarangan membakar sampah atau rumput kering. Jika pembakaran tidak dapat dihindari, pengawasan ketat wajib dilakukan agar api tidak meluas dan memicu bencana yang lebih besar.

​Melalui program Destana ini, Pemkab Bojonegoro berharap setiap desa memiliki kemandirian penuh—mulai dari mengenali risiko, melakukan simulasi berkala, hingga mengambil tindakan cepat dan terarah saat situasi darurat benar-benar terjadi.