Umbul Dungo Kepatihan Resmi Jadi Agenda Tahunan Kabupaten, Tradisi Leluhur Berpadu dengan Kekuatan UMKM - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Umbul Dungo Kepatihan Resmi Jadi Agenda Tahunan Kabupaten, Tradisi Leluhur Berpadu dengan Kekuatan UMKM

Sunday, 14 June 2026


Agenda Tahunan, Tradisi Leluhur 


BOJONEGORO – Jatim. Wartaglobal.id. - Tradisi leluhur yang sarat nilai spiritual dan budaya kembali menggema di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro.

 Ribuan warga larut dalam kemeriahan puncak acara Umbul Dungo Tahun 2026 yang digelar Jumat malam (12/6/2026), sebuah perhelatan yang kini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Umbul Dungo menunjukkan perkembangan signifikan. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi bukti bahwa tradisi warisan leluhur masih memiliki tempat istimewa di tengah modernisasi.

Lurah Kepatihan, Putri Negari, menjelaskan bahwa Umbul Dungo merupakan bentuk transformasi dari tradisi sedekah bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

“Ini adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Kepatihan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui Khataman Al-Qur’an, Ndungo Cungkup, hingga Kirab Tumpeng Pitu yang diarak menuju makam para leluhur. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya yang terus dijaga oleh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Negari juga menyampaikan kabar membanggakan terkait kuliner khas daerah. Serabi Bojonegoro kini resmi memperoleh Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pengakuan tersebut menjadi langkah strategis dalam melindungi warisan kuliner daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Bojonegoro agar tidak diklaim pihak lain.

Tak hanya menjaga budaya, Kelurahan Kepatihan juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi melalui peluncuran program “Sumur Ringin” (Semua UMKM Makmur, Siap Bersaing, dan Inovatif).

Program tersebut dirancang untuk mendorong seluruh pelaku UMKM memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memperoleh sertifikasi halal, serta mengakses pemasaran digital melalui platform ojek online lokal.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha, berbagai produk kuliner UMKM disajikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Suasana semakin meriah dengan hiburan campursari dan pertunjukan Langen Tayub yang berlangsung hingga malam hari.

Kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turut menjadi perhatian masyarakat. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas dan inovasi Kelurahan Kepatihan yang mampu mengemas tradisi budaya menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Umbul Dungo bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang doa bersama, kebersamaan warga, serta ikhtiar membangun kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan dari Bupati Bojonegoro berupa gerobak usaha kepada sembilan pedagang serabi yang selama ini konsisten menjaga eksistensi kuliner khas Bojonegoro.

Melihat besarnya potensi dan antusiasme masyarakat, Nurul Azizah mengusulkan agar Umbul Dungo mendapat dukungan lebih luas dan ditetapkan sebagai agenda resmi tingkat kabupaten.

Usulan itu langsung mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elsa. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengembangan kegiatan tersebut sebagai salah satu daya tarik wisata budaya daerah.

Mulai tahun depan, Umbul Dungo dan Festival Seribu Serabi resmi masuk dalam kalender agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan promosi budaya lokal, menarik kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Dukungan juga datang dari unsur Forkopimcam Bojonegoro yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil. Mereka berkomitmen mendukung keberlanjutan kegiatan sekaligus menjaga keamanan selama pelaksanaan acara.

Puncak perayaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Bojonegoro didampingi Lurah Kepatihan, Kepala Disbudpar, Forkopimcam, serta para Ketua RT dan RW setempat.

Dengan ditetapkannya Umbul Dungo sebagai agenda tahunan Kabupaten Bojonegoro, masyarakat Kepatihan optimistis tradisi warisan leluhur akan terus hidup, berkembang, dan berjalan beriringan dengan kemajuan UMKM serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang semakin menjanjikan.
(Redaksi)