​Wujudkan Target Bebas Banjir 2026, Wabup Bojonegoro Sidak Pompa dan Drainase Kota - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

​Wujudkan Target Bebas Banjir 2026, Wabup Bojonegoro Sidak Pompa dan Drainase Kota

Thursday, 7 May 2026


BOJONEGORO –jatim.wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan keseriusannya dalam menuntaskan persoalan banjir perkotaan. Sebagai langkah nyata menindaklanjuti instruksi Bupati Setyo Wahono menuju target Bebas Banjir Kota 2026, Wakil Bupati Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik rawan genangan pada Selasa (6/5/2026).

Bersama tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—termasuk Dinas Pusda, BPBD, Dinas PKP Cipta Karya, dan Bappeda—Wabup meninjau empat lokasi krusial yang kerap terdampak saat curah hujan tinggi.

Temuan Kendala Teknis di Lapangan

Hasil sidak mengungkap sejumlah persoalan teknis yang menjadi penghambat kelancaran pembuangan air:

  • Performa Pompa Lemah: Di kawasan Ledok Wetan (Pompa Afvoer J. Hartono) dan Gang Irigasi, ditemukan bahwa meski mesin pompa dalam kondisi menyala, daya sedotnya tidak maksimal. Hal ini menyebabkan mesin tidak mampu mengimbangi tingginya debit air hujan.
  • Aliran Air Terbalik: Temuan paling krusial berada di Jl. Hasanuddin. Aliran drainase yang seharusnya mengarah ke utara menuju Bengawan Solo justru berbalik ke selatan ke arah kawasan Panglima Sudirman.
  • Sumbatan di Pemukiman: Di Perumahan Buyut Pani, hambatan pada saluran pembuangan menyebabkan air meluap ke pemukiman warga karena proses drainase yang sangat lambat.

Dua Akar Masalah Utama

Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa selain kendala teknis pompa, terdapat dua faktor utama yang memicu banjir di wilayah perkotaan Bojonegoro:

  1. Sedimentasi Parah: Pendangkalan hebat pada saluran drainase.
  2. Dimensi Drainase: Ukuran saluran yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung volume debit air yang terus meningkat.
  3. “Kami melihat langsung di lapangan, aliran air tidak berjalan normal. Ada pompa yang menyala tapi tidak kuat, bahkan ada aliran yang berbalik arah. Ini harus segera dibenahi,” tegas Nurul Azizah.


    Langkah Strategis Pemkab

    Menyikapi temuan tersebut, Pemkab Bojonegoro segera menggelar rapat koordinasi teknis bersama seluruh OPD terkait. Langkah ini bertujuan untuk merumuskan solusi konkret, mulai dari normalisasi saluran hingga perbaikan sistem pompa, guna memastikan ambisi Bojonegoro Bebas Banjir 2026 dapat terealisasi tepat waktu. (Prokopim)