May Day Bukan Sekadar Seremonial, tapi Momen Komitmen Penuntasan Hak Pekerja - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

May Day Bukan Sekadar Seremonial, tapi Momen Komitmen Penuntasan Hak Pekerja

Friday, 1 May 2026

 

NGANJUK Warta Global Jatim.id

Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan khidmat berupa tabur bunga dan doa bersama di makam Pahlawan Buruh Nasional, Marsinah. Acara berlangsung di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro.
 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, LSM, Aliansi Masyarakat, serta perwakilan dari berbagai organisasi serikat buruh. Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana TPU Nglundo tampak dipadati oleh masyarakat yang hadir dengan penuh kekhusyukan untuk mendoakan dan menghormati jasa almarhumah Marsinah.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa momen May Day kali ini memiliki makna istimewa karena merupakan peringatan pertama sejak Marsinah secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Buruh Nasional pada 10 November 2025 lalu.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang yang kami usulkan sejak Desember 2022, aspirasi masyarakat Nganjuk akhirnya terwujud. Marsinah telah resmi diakui sebagai Pahlawan Buruh Nasional. Kami warga Nganjuk sangat bersyukur atas penghargaan negara ini,” ujar Bupati dengan nada bergetar penuh haru.

Lebih lanjut, Bupati Marhaen menekankan bahwa sosok Marsinah adalah simbol perjuangan rakyat kecil. Latar belakangnya sebagai anak yatim dari keluarga sederhana yang bekerja sebagai buruh pabrik menjadi bukti bahwa keberanian bisa lahir dari kalangan mana pun dan menjadi inspirasi nasional.

May Day Bukan Sekadar Seremonial, tapi Momen Penuntasan Hak

Dari beberapa aktivis yang hadir juga berharap Hari Buruh Internasional tidak boleh hanya berhenti pada seremonial atau aksi simbolik semata. Berdasarkan situasi terkini, May Day harus bertransformasi menjadi momen krusial untuk menuntut kerja nyata dan perlindungan hak pekerja di era industrialisasi modern.
 
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah aktivis juga menyoroti dan mempertanyakan komitmen Pemerintah Daerah terkait polemik yang masih terjadi di PT Jaya Kertas, di mana para pekerja hingga saat ini masih berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka.

Merespons hal tersebut, Kang Marhaen memastikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi terbaik.

“Saya sudah berkoordinasi langsung ke ownernya. Karena yang punya sudah meninggal, saya berusaha terus berkoordinasi agar pekerja segera mendapatkan hak-haknya,” tegas Kang Marhaen.

Kegiatan diakhiri dengan prosesi istighotsah dan tabur bunga di atas pusara Marsinah sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanannya dalam memperjuangkan nasib kaum buruh.(Tom-red)