Dua Kisah Viral di Kediri: Teror Mistis Satu Keluarga dan Pesan Berantai Pocong Jadi-jadian yang Dipastikan Hoaks - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Dua Kisah Viral di Kediri: Teror Mistis Satu Keluarga dan Pesan Berantai Pocong Jadi-jadian yang Dipastikan Hoaks

Friday, 22 May 2026


KEDIRI Warta Global Jatim.id
Wilayah Kabupaten dan Kota Kediri belakangan ini menjadi sorotan publik di media sosial akibat dua peristiwa berbeda namun sama-sama mengangkat tema supranatural. Satu berupa kisah nyata yang dialami sebuah keluarga hingga menjadi viral karena keseramannya, sementara satu lagi adalah pesan berantai berisi imbauan keamanan yang ternyata tidak benar alias hoaks dan sempat memicu keresahan warga.
 
Berikut rangkuman kedua peristiwa yang menyita perhatian warga Kediri dan sekitarnya:

Kisah Viral: Satu Keluarga di Kediri Teror Sosok Pocong hingga Temukan Tanah Kuburan di Rumah
 
Sebuah kisah menyeramkan dialami oleh satu keluarga warga Kabupaten Kediri yang kemudian menyebar luas di berbagai grup percakapan dan media sosial. Keluarga ini mengaku mengalami gangguan mistis hebat berupa kemunculan sosok pocong secara berulang kali di dalam rumah tinggal mereka.
 
Teror tersebut tidak hanya berupa penampakan bayangan atau suara-suara aneh, namun wujud sosok berbalut kain kafan itu dikatakan muncul secara nyata di berbagai ruangan, mulai dari halaman, ruang tengah, hingga kamar tidur. Kejadian ini berlangsung cukup lama dan membuat seluruh anggota keluarga merasa ketakutan serta terganggu aktivitas kesehariannya.
 
Puncaknya, saat keluarga tersebut berinisiatif melakukan pengecekan lebih dalam ke bagian struktur rumah, mereka menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Di bagian lantai atau halaman rumah, ditemukan gundukan tanah yang diduga kuat merupakan sisa tanah dari kuburan atau makam lama yang dipindahkan atau ditimbun begitu saja saat rumah tersebut dibangun.
 
Penemuan tanah yang diduga berkaitan dengan pemakaman itu kemudian dikaitkan dengan asal-usul gangguan yang mereka alami. Kisah ini pun dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan warga, banyak yang merasa ngeri namun juga simpati atas apa yang dialami keluarga tersebut. Hingga kini, kisah ini masih menjadi pembahasan hangat di kalangan warga dan pengguna media sosial, meski belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait verifikasi teknis lokasi tersebut.

Pesan Berantai Imbauan Kamtibmas soal Pocong Jadi-jadian Dipastikan Hoaks

Di sisi lain, beredar pula pesan berantai dan selebaran (flyer) yang berisi imbauan kewaspadaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam pesan tersebut, disebutkan adanya peringatan mengenai ancaman teror sosok pocong jadi-jadian atau makhluk halus yang berbuat jahat dan berkeliaran di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.
 
Yang membuat pesan ini terlihat meyakinkan, pembuat berita bohong tersebut dengan sengaja mencatut logo resmi Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Pemerintah Kota Kediri, seolah-olah informasi itu dikeluarkan secara resmi oleh instansi pemerintah. Isinya berisi himbauan agar warga berhati-hati, menutup pintu rapat-rapat, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap sosok tersebut.
 
Menyikapi maraknya penyebaran pesan yang membuat resah itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat langsung turun tangan melakukan pengecekan dan klarifikasi. Hasilnya dipastikan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks.
 
“Kami tegaskan bahwa pesan berantai maupun selebaran yang memuat imbauan soal pocong jadi-jadian dan mencatut logo pemerintah daerah itu bukan dikeluarkan oleh kami maupun instansi resmi. Itu berita bohong,” tegas pernyataan resmi dari Diskominfo Kabupaten Kediri.
 
Pihak pemerintah daerah pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya, tidak ikut menyebarluaskan pesan tersebut, serta meminta warga tetap tenang dan tidak terbawa suasana yang bisa memicu kepanikan bersama. Warga diharapkan hanya mengikuti informasi yang berasal dari saluran resmi pemerintah atau media terpercaya agar terhindar dari berita bohong yang meresahkan.
 
Kedua peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Kediri untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di ruang publik, sekaligus menjadi perhatian aparat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.(Tomo)