JAKARTA Warta Global Jatim.id
Pemerintah resmi melakukan penyesuaian anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Dari rencana awal sebesar Rp335 triliun, pagu anggaran kini dipangkas menjadi Rp268 triliun, artinya ada pengurangan sebesar Rp67 triliun.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada tata kelola serta meningkatkan efektivitas penggunaan dana negara dalam program prioritas nasional tersebut.
“Yang sedang diperbaiki adalah pengelolaan program dan efektivitas penggunaan anggaran, supaya tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Purbaya 20/5/2026
Meski ada pemangkasan nilai anggaran yang cukup besar, pemerintah menegaskan tiga poin penting,pertama, Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan tidak akan dibatalkan maupun dihentikan sama sekali. Kedua, langkah ini semata-mata bertujuan untuk melakukan efisiensi dan perbaikan sistem pengelolaan agar lebih akuntabel. Ketiga, MBG masih tetap menjadi salah satu program andalan utama pemerintahan saat ini.
Berdasarkan data hingga akhir April 2026, realisasi penyaluran dana untuk program ini sudah mencapai Rp75 triliun. Hingga saat ini, manfaat program telah menjangkau sebanyak 61,96 juta orang penerima manfaat, yang didukung oleh keberadaan 27.952 Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) atau dapur layanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pemangkasan anggaran ini dianggap sebagai langkah evaluasi besar-besaran dari pemerintah, guna memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara dapat digunakan sebaik mungkin, menghindari terjadinya pemborosan, serta menjamin bahwa seluruh dana yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak-anak serta masyarakat yang menjadi sasaran utama program.
Pemerintah berharap dengan perbaikan sistem dan penghematan biaya operasional, manfaat program bisa semakin meluas dan berkualitas, tanpa harus mengorbankan jangkauan layanan yang sudah berjalan selama ini.(Red)


.jpg)