MERIAHNYA PENYAMBUTAN ROMBONGAN BIKSU THUDONG DI KERTOSONO, JEJAK DAMAI MENUJU PUSAT KABUPATEN NGANJUK - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

MERIAHNYA PENYAMBUTAN ROMBONGAN BIKSU THUDONG DI KERTOSONO, JEJAK DAMAI MENUJU PUSAT KABUPATEN NGANJUK

Wednesday, 20 May 2026

 

NGANJUK Warta Global Jatim.id

Suasana penuh sukacita, kekhidmatan, dan kebersamaan menyelimuti wilayah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Rabu, 21 Mei 2026. Ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai anak usia sekolah dasar hingga pelajar menengah atas, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, hingga paguyuban budaya, bersatu padu menyambut kedatangan rombongan biksu Thudong yang tengah menempuh perjalanan suci lintas wilayah. Penyambutan ini menjadi bukti nyata keharmonisan dan kerukunan hidup beragama yang tumbuh subur di Bumi Anjuk Ladang.

Kedatangan rombongan yang beranggotakan 57 Bhante ini disambut secara resmi oleh Camat Kertosono, Widi Cahyono, S.STP, M.Si., didampingi jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (FORPIMCAM), serta para pemerhati sejarah dan budaya setempat yang digerakkan langsung oleh Sugiarto atau akrab disapa Kang Ujang. Kemeriahan semakin terasa saat iring-iringan kesenian Barongsai dari Klenteng Kudu Kertosono hadir memeriahkan suasana, menari lincah di sepanjang jalan utama sebagai simbol kehormatan, doa keselamatan, dan ungkapan sukacita atas hadirnya para pembawa pesan damai.

 

Rombongan yang berjalan kaki ini singgah sejenak untuk beristirahat dan menerima penghormatan di Klenteng Poo San Sie, Kudu, Kertosono. Di tempat ini, para Bhante disambut dengan hangat, disuguhi jamuan sederhana, dan mendapatkan perhatian penuh dari panitia serta warga yang telah menanti sejak pagi. Suasana haru terasa kental ketika warga berdatangan untuk memberikan persembahan dan memohon doa restu, menciptakan harmoni yang indah antara nilai spiritual dan kearifan budaya lokal.

Setelah masa istirahat yang cukup, rombongan kembali melanjutkan perjalanan suci mereka menuju tujuan berikutnya, yaitu Klenteng Hok Yoe Kiong yang berada di wilayah Kecamatan Sukomoro. Rute perjalanan yang dilalui pun melewati jalan-jalan protokol dan strategis di wilayah Kertosono, dimulai dari Jalan Letjen Suprapto, berlanjut ke Jalan Letjen Supriyadi, Jalan Gatot Subroto, kemudian menyusuri Jalan Kertosono–Lengkong, hingga masuk ke Jalan Baron–Lengkong sebelum sampai di wilayah Sukomoro. Perjalanan ini tidak berhenti sampai di situ, karena rombongan direncanakan akan terus bergerak menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari rangkaian perjalanan panjang mereka.

Sepanjang rute yang dilalui, antusiasme masyarakat tampak luar biasa. Jalanan dipadati warga yang berjejer rapi, membawa bunga, dan mengucapkan salam hormat. Kehadiran pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA, memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi pendidikan nyata bagi generasi muda tentang makna toleransi, persaudaraan, dan menghargai perbedaan.

Ketua rombongan Bhante mengaku sangat terharu dan merasakan kebahagiaan yang mendalam atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh masyarakat Kertosono. Menurutnya, antusiasme dan kehangatan yang ditunjukkan bukan sekadar penyambutan tamu, melainkan cerminan jiwa besar masyarakat Nganjuk yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kedamaian.

"Kami sangat berbahagia dan tersentuh hati melihat antusiasme warga di sini. Penyambutan yang hangat, tertib, dan penuh rasa hormat ini memberikan kekuatan spiritual bagi kami untuk melanjutkan perjalanan panjang ini. Kehadiran kami dan sambutan luar biasa ini, kami harapkan dapat semakin memperkuat persatuan dan kesatuan antarumat beragama, serta memperkokoh rasa persaudaraan sesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Ketua Rombongan Bhante di sela-sela istirahat di klenteng Poo San Sie Kudu.

Sementara itu, Camat Kertosono, Widi Cahyono, S.STP, M.Si., dalam keterangannya menegaskan bahwa momen ini adalah kebanggaan tersendiri bagi wilayah yang dipimpinnya. Ia menilai perlintasan rombongan biksu Thudong ini bukan hanya kegiatan keagamaan semata, melainkan juga bagian dari jejak sejarah jalur perdamaian yang dahulu juga sering dilalui oleh para pendeta dan penyebar ajaran luhur di masa lampau.
 
"Kami dari unsur pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat merasa sangat terhormat dapat menyambut dan memfasilitasi perjalanan suci ini. Kerjasama yang solid antara pemerintah,tokoh agama, tokoh budaya, dan masyarakat .Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita rawat, karena inilah wajah asli Nganjuk: damai, toleran, dan bersatu dalam keberagaman," tegas Widi Cahyono.
 
Pihaknya juga memastikan bahwa keamanan dan ketertiban selama perjalanan rombongan tetap terjaga dengan baik, sehingga para Bhante dapat melintas dengan tenang, aman, dan nyaman.
 
Perjalanan biksu Thudong ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 yang bertujuan menyebarkan pesan damai, kasih sayang, dan perdamaian dunia, yang puncaknya akan dilaksanakan di Candi Borobudur, Magelang, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak. Keberhasilan penyambutan di Kertosono menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur tersebut sangat hidup dan diterima dengan baik oleh masyarakat Nganjuk, yang senantiasa membuka hati dan tangan bagi kedamaian serta persaudaraan sejati.(Tomo)