Ratusan UMKM Ramaikan Dugderan, Pemkot Semarang Targetkan Status Warisan Budaya - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Ratusan UMKM Ramaikan Dugderan, Pemkot Semarang Targetkan Status Warisan Budaya

Tuesday, 10 February 2026
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng

SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Kawasan Alun-alun Masjid Agung Kauman dan Jalan Ki Narto Sabdo Kota Semarang mendadak berubah wajah. Area tersebut disulap menjadi pusat UMKM Pasar Dugderan 2026, untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Pasar Dugderan yang telah menjadi tradisi tahunan, akan berlangsung selama sepuluh hari hingga 16 Februari 2026. Selain kuliner, sejumlah pedagang mainan tradisional turut meramaikan, mulai dari kapal otok-otok, celengan gerabah, hingga aneka kerajinan tangan, yang menjadi memori kolektif lintas generasi warga.

“Ini adalah tradisi yang dilakukan sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia. Tahun ini kita buat lebih ramai, dengan tema, teknik, kita pakai baju-baju jadul. Mungkin tahun depan temanya apa lagi, yang menarik,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Minggu (8/2/2026).

Menurut Agustina, terdapat ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima binaan turut dilibatkan, untuk menjajakan berbagai produk. Area tersebut bak menjadi aktivitas ekonomi kerakyatan.

“Alun-alun kita pakai maksimal sebagai ruang publik. Dugderan harus menjadi panggung rakyat. Semua yang ingin jualan silakan, yang penting tertib dan pelaku usaha kecil jadi prioritas utama,” imbuhnya.

Selain menjadi ajang hiburan dan penggerak ekonomi rakyat, pihaknya juga tengah memperjuangkan Festival Dugderan agar memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Indonesia, guna menjaga nilai sejarah dan identitas kota.

“Sekarang kita sedang berjuang, Pasar Dugderan ini menjadi bagian dari Warisan Budaya Indonesia. Doakan ya, kalau ini menjadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya itu wajib mengadakan pasar Dugderan,” terangnya.

Agustina menegaskan, koordinasi lintas sektor antara Disdag, Dishub, Satpol PP, hingga aparat keamanan telah disiapkan, untuk mendukung rekayasa lalu lintas, serta menjaga kebersihan kawasan selama 10 hari penyelenggaraan festival.

“Mudah-mudahan tetap ramai hingga tanggal 16. Nanti akan kita akhiri dengan arak-arakan Dugderan dari Balai Kota Semarang ke Masjid Kauman,” imbuhnya.

Diramaikan 245 Pedagang

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva menyampaikan, saat ini terdapat 245 pedagang yang berjualan di Pasar Dugderan. Pihaknya sengaja membatasi jumlah tersebut, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

“Pedagangnya kita batasi, tapi bisa sampai 500 pedagang. Semua jenis UMKM masuk, mulai kuliner, barang pecah belah, hingga aneka produk lainnya,” ungkap Aniceto.

Setiap tahun, lanjutnya, pihaknya berupaya meningkatkan daya tarik pengunjung, baik dari sisi wahana maupun variasi produk yang ditawarkan. Diperkirakan, perputaran ekonomi Pasar Dugderan 2026 bisa menyentuh angka Rp500 juta-Rp600 juta.

“Harapannya, tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga,” tandasnya. (Hans)