Nganjuk, Warta Global Jatim.id
5 Februari 2026 – Menindaklanjuti komitmen Bupati Nganjuk Marhaen Djumaidi untuk segera menangani permasalahan jalan rusak yang mengganggu aktivitas warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk mengirimkan tim teknis langsung ke lokasi di Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, pada hari ini (5/2). Tim yang dipimpin oleh esty sebagai Ketua Rombongan melakukan survei mendetail terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan berlobang serta mengevaluasi struktur gorong-gorong yang ada di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu (4/2), Bupati Marhaen telah mengunjungi lokasi langsung setelah menerima laporan tentang kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, bahkan sebagian segmen dijadikan lahan tanam pisang oleh warga sebagai bentuk protes. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan instruksi tegas agar tim teknis PUPR melakukan kajian mendalam dan menyusun rencana perbaikan yang dapat segera dijalankan, dengan target penyelesaian sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
"Kami datang sesuai dengan arahan Bupati untuk melakukan survei teknis secara menyeluruh. Beberapa ruas jalan yang menjadi fokus hari ini meliputi Jalan Mukuh-Sumberejo (panjang 857 meter), ruas jalan di Dusun Miren (345 meter), serta Jalan Miren-Mukuh (553 meter). Selain itu, kami juga mengevaluasi kondisi gorong-gorong sepanjang 8 meter yang menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan akibat genangan air," jelas esty saat memberikan keterangan di lokasi.
Tim yang terdiri dari insinyur jalan dan teknisi pemeliharaan infrastruktur melakukan pengukuran dimensi lubang, pemeriksaan kondisi permukaan jalan, serta pengecekan drainase sekitar area rusak. Hasil survei akan digunakan untuk menyusun rancangan perbaikan yang sesuai dengan standar teknis dan kebutuhan masyarakat, termasuk penentuan jenis material yang akan digunakan dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan.
"Kondisi jalan saat ini memang sangat mengganggu mobilitas warga, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai petani dan mengangkut hasil pertanian. Beberapa lubang memiliki kedalaman hingga 30 sentimeter dan lebar mencapai 1 meter, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, masalah drainase yang tidak optimal membuat air hujan sulit mengalir, sehingga memperparah kerusakan permukaan jalan," tambah salah satu anggota tim.
Dalam survei tersebut, tim juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kondisi jalan sehari-hari dan harapan warga terkait perbaikan. Warga yang hadir menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil pemerintah daerah dan berharap proses perbaikan dapat segera dimulai.
"Sangat terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang telah merespons aspirasi kami. Jalan rusak ini sudah menjadi masalah lama dan sangat menghambat aktivitas kita sehari-hari. Kami berharap perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh agar jalan menjadi aman dan nyaman digunakan," ujar Toha, salah satu warga Dusun Miren.
Menurut rencana awal, proses perbaikan fisik diharapkan dapat dimulai pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan mengalokasikan anggaran dari prioritas pembangunan daerah, meskipun anggaran daerah mengalami pemotongan dari pusat, karena kenyamanan dan keselamatan masyarakat merupakan hal yang utama.
Tim PUPR juga menjelaskan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap namun terencana dengan baik, sehingga tidak mengganggu akses lalu lintas secara total selama proses pengerjaan. Selain itu, akan ada pemantauan secara berkala untuk memastikan kualitas perbaikan yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan.(Tomo)


.jpg)