
Mediasi ini dihadiri dari beberapah perwakilan diantaranya dari kepolisian ketua lpmk benowo ketua panitia benowo seketaris nu kec pakal rw 02 beserta rt setempat kasatkorkel kec.pakal kasatkoryon kec.pakal kasat provost banser surabaya wakil kasatkorcab abah adam kasatsus protokoler ndan irwan serta saudarah yang diketahui bernama bagus, tak ketinggalan menyusul dari tni.

Kronologinya ketika digelarnya haul akbar dalam rangkah haul mbah tosari syec abdul halim pangeran benowo ke-48 pada minggu 1 febuari 2026 waktu lalu yang memicu sorotan publik.
terkait insiden pengawalan tokoh agama, ketika sahabat sahabat banser mengawal gus iqdam turun dari mobil, saat gus iqdam menuju ke panggung oknum BG ini bersikap arogan dan kurang menghargai pihak lain yang juga terlibat dalam pengamanan tersebut.

Tindakan arogan juga menimpa pengurus mwcnu pakal serta melarang anggota banser meskipun anggota provos sekalipun untuk berada di ring 1 saat itu.
Panitia menegaskan bahwa acara haul merupahkan kegiatan keagamaan dan budaya yang melibatkan banyak unsur masyarakat, sehingga kordinasi dan etika komunikasi menjadi hal penting dikedepankan.
Setelah di desak untuk mengklarifikasi atas sikap serta pernyataanya yang sudah menjadi konsumsi publik tersebut, akhirnya hari ini di gelar mediasi di polsek pakal.
Dijelaskan pula bahwa yang bersangkutan memiliki latar belakang keluarga NU, di mana ibunya merupakan bagian dari Muslimat NU Pakal, sehingga peristiwa ini diharapkan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di internal warga Nahdliyin.
Dari hasil mediasi yang ditenggahi kapolsek pakal tersebut saudarah Bagus menyatakan dari lubuk hati yang paling mendalam menyampaikan perminta maafanya kepada semua pihak kususnya kepada sahabat banser pagar nusa atas kesalah pahaman baik perilaku serta ucapanya.
beliau juga mengatakan dengan digelarnya mediasi tersebut bisa menguatkan ukhua islamiyah diantara sesama.(red-)


.jpg)