Sinergi Panglima Jilah dan Habib Abu Djibril Basyaiban: Doa dan Upaya Bersama Membawa Hujan Rahmat Meredakan Karhutla di Kalimantan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Sinergi Panglima Jilah dan Habib Abu Djibril Basyaiban: Doa dan Upaya Bersama Membawa Hujan Rahmat Meredakan Karhutla di Kalimantan

Thursday, 29 October 2026
 
 WARTAGLOBAL.ID
  • KALIMANTAN — Kabar gembira datang bagi masyarakat Kalimantan yang selama ini dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasca dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penanganan Karhutla, Pemimpin Besar Pasukan Merah TBBR Panglima Jilah bergerak cepat menggandeng tokoh masyarakat dan ulama dalam satu misi. Bersama Habib Abu Djibril Basyaiban, keduanya memadukan ikhtiar lahir dan batin — dan hujan pun turun meredakan kobaran api yang sempat mengganjal panjang.
 
 
 
KALIMANTAN — Kamis, 29 Oktober 2026, menjadi momen bermakna bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Tak lama setelah dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan untuk membahas penanganan Karhutla, Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, segera bergerak menindaklanjuti arahan tersebut dengan segala upaya yang dimilikinya.
 

Panglima Jilah menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, tidak hanya sebatas penanganan kebakaran semata. Menurutnya, Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian besar terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Langkah penanganan Karhutla pun dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga melibatkan kekuatan doa dan kebersamaan antar-elemen bangsa.
 

Dalam upaya tersebut, Panglima Jilah menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan ulama untuk bersinergi menanggulangi Karhutla. Salah satu tokoh yang diajak berkolaborasi adalah Habib Abu Djibril Basyaiban, tokoh santri, Pembina Pesantren RI, dan penasihat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kehadirannya menjadi pelengkap semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana lingkungan ini.
 

Habib Abu Djibril Basyaiban menyampaikan kepada awak media bahwa kepedulian Panglima Jilah dalam penanggulangan Karhutla sangat luar biasa. Keduanya kemudian bersepakat untuk memadukan ikhtiar lahir dengan ikhtiar batin — memohon pertolongan kepada Dzat Yang Maha Menciptakan alam semesta. Sinergi ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud keyakinan bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar jika dihadapi dengan kesungguhan.
 

Alhamdulillah, doa dan kebersamaan tersebut berbuah hasil. Hujan rahmat pun turun mengguyur Kalimantan, yang puncaknya terjadi pada hari Rabu lalu. Hampir seluruh masyarakat Kalimantan merasakan kebahagiaan dengan turunnya hujan, yang secara signifikan membantu meredakan titik api dan kebakaran hutan serta lahan yang sempat meluas akibat musim kemarau panjang.
 

Habib Abu Djibril menjelaskan bahwa sebagai santri, ia diajarkan untuk menyelesaikan segala urusan dengan selalu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Semesta Alam. Di tengah kemarau yang panjang dan membuat hutan serta lahan gambut mudah terbakar, pendekatan spiritual melalui riyadhoh dan ritual seperti sholat istisqo dilakukan dengan tata cara yang benar dan tertib sesuai tuntunan agama.
 

"Sebagaimana bola pasti semua orang mampu untuk menendang, tetapi jika tidak beraturan tidak akan dapat memasukkan ke dalam gawang," ungkap Habib Abu Djibril. Perumpamaan ini menyiratkan bahwa setiap upaya, termasuk doa, harus dilakukan dengan cara yang benar, teratur, dan berpedoman pada ajaran agama agar mencapai hasil yang diharapkan.
 

Ia menegaskan bahwa dengan kebersamaan yang tulus, Allah SWT mengabulkan apa yang dipanjatkan. Doa bermunajat dengan aturan dan cara yang benar adalah senjata yang paling ampuh untuk menyelesaikan segala persoalan. Keberhasilan turunnya hujan bukan sekadar kebetulan semata, melainkan buah dari kesungguhan hati dan kebersamaan antar-pemangku kepentingan.
 

Ke depannya, Habib Abu Djibril Basyaiban berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Panglima Jilah. Silaturahmi ke berbagai pesantren akan terus diperkuat guna mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus menjaga keharmonisan antar-elemen bangsa di Kalimantan maupun di wilayah lainnya.
 

Lebih jauh, Habib Abu Djibril menegaskan pentingnya berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai ini harus terus dijaga sebagaimana yang telah diajarkan oleh para pendiri bangsa kepada generasi penerus.
 

Sinergi antara Panglima Jilah dan Habib Abu Djibril Basyaiban menjadi contoh nyata bahwa penyelesaian masalah bangsa dapat dilakukan dengan memadukan kekuatan lahir dan batin. Dengan hujan yang telah turun dan Karhutla perlahan mereda, masyarakat Kalimantan kini dapat bernapas lebih lega — berkat kerja sama, doa bersama, dan kepedulian yang tulus dari para pemimpin di tengah masyarakat.
 
 
Red/fer