HARI SUMPAH PEMUDA 2026: KAPOLDA DAN PANGDAM BERSAMA RIBUAN AKTIVIS DI MAPOlDA JATIM, GAUNGKAN PERSATUAN  MASA DEPAN INDONESIA SATUKAN KOMITMEN KEBANGSAAN - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

HARI SUMPAH PEMUDA 2026: KAPOLDA DAN PANGDAM BERSAMA RIBUAN AKTIVIS DI MAPOlDA JATIM, GAUNGKAN PERSATUAN  MASA DEPAN INDONESIA SATUKAN KOMITMEN KEBANGSAAN

Thursday, 29 October 2026

SURABAYA, WARTA GLOBAL JATIM.ID – Sekitar 5.000 mahasiswa, pemuda, dan santri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur memadati Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (28/10/2026) sore, dalam Konsolidasi Akbar dan Apel Kebangsaan Aktivis Jawa Timur untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan lintas organisasi, menolak perpecahan, memerangi penyalahgunaan narkoba, serta meneguhkan peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan mahasiswa, aktivis kepemudaan, pelajar, dan santri dari berbagai daerah.


Sejumlah organisasi turut ambil bagian, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, Satkorcab Banser Kota Surabaya, serta berbagai elemen Cipayung Plus.

DEKLARASI KEBANGSAAN: TOLAK PERPECAHAN, LAWAN NARKOBA

Salah satu agenda penting dalam konsolidasi akbar tersebut adalah deklarasi bersama yang menegaskan komitmen mahasiswa, pemuda, dan santri untuk menolak perpecahan, melawan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.


Deklarasi tersebut menjadi penegasan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Keterlibatan berbagai organisasi dengan latar belakang dan karakter berbeda memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas perbedaan kelompok.

SENI TRADISIONAL DAN PENCAK SILAT SEMARAKKAN APEL KEBANGSAAN

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan penampilan seni tari tradisional dan atraksi pencak silat dari IPSI Surabaya. Pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa kebudayaan sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian warisan bangsa merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda.


Perpaduan seni tradisional, bela diri, dan kehadiran berbagai elemen organisasi kepemudaan menjadikan apel kebangsaan sebagai ruang perjumpaan lintas komunitas untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat nasionalisme.

KAPOLDA JATIM: GENERASI MUDA HARUS SIAP MENGISI INDONESIA EMAS 2045

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi penerus sekaligus pengisi masa depan Indonesia. Mahasiswa, pemuda, pelajar, dan santri diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.


Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, agama, pandangan, maupun latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persatuan.


Kapolda mengapresiasi keterlibatan Cipayung Plus dan berbagai organisasi kepemudaan dalam kegiatan tersebut. Konsolidasi akbar ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi yang berkelanjutan melalui kegiatan sosial, pendidikan, pengabdian masyarakat, dan berbagai kontribusi positif bagi pembangunan Jawa Timur.


Pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya mengantarkan generasi muda agar kelak mampu mengambil peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

PANGDAM V/BRAWIJAYA DORONG PEMUDA BERKARYA DAN JAGA KONDUSIVITAS

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto turut memberikan perhatian terhadap peran mahasiswa, pemuda, pelajar, dan santri dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan nasional.

Generasi muda didorong untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, tanggung jawab, kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain mendorong kontribusi generasi muda, stabilitas keamanan dan kondusivitas Jawa Timur juga menjadi perhatian penting. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan seluruh komponen masyarakat diperlukan untuk menjaga lingkungan yang aman dan mendukung kelancaran pembangunan.

Kolaborasi lintas elemen tersebut diharapkan terus diperkuat demi menjaga keutuhan NKRI sekaligus menciptakan ruang yang kondusif bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi.

HMI, PMII, IPSI, ANSOR-BANSER PERKUAT SEMANGAT SUMPAH PEMUDA

Kehadiran HMI, PMII, IPSI, Ansor, Banser, dan berbagai elemen Cipayung Plus menjadi bagian penting dalam konsolidasi kebangsaan di Jawa Timur. Kegiatan ini menegaskan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi mahasiswa, pemuda, dan santri untuk berdiri bersama dalam menjaga persatuan bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober mengingatkan kembali pada ikrar bersejarah tahun 1928 tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Nilai persatuan tersebut tetap relevan untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk ancaman perpecahan, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.

NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id
Konsolidasi akbar ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat yang dibangun perlu diteruskan melalui kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, sosial, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan karakter kebangsaan.


Melalui Apel Kebangsaan di Mapolda Jatim, mahasiswa, pemuda, dan santri diajak terus menjaga persaudaraan, memperkuat sinergi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.

Masa depan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa.

NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id

JAWA TIMUR – MEDIA CEPAT, AKURAT & TERPERCAYA