
SURABAYA, WARTA GLOBAL JATIM.ID – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 WIB atau ba’da Isya.
Kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Kecamatan Rungkut, sepanjang Jalan Rungkut Asri Utara, Surabaya, tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Rungkut dan sekitarnya. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat sekaligus mempererat sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Kecamatan Rungkut, IPNU, Banser, Pagar Nusa, Fatayat NU, Muslimat NU, serta unsur pengamanan lainnya. Rangkaian acara juga diisi pengajian umum bersama Gus Reza dari Lirboyo, pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Rungkut, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, Festival Hari Santri, bazar UMKM, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.
CAMAT RUNGKUT: TINGKATKAN PELAYANAN UMAT MELALUI KOLABORASI
Dalam sambutannya, Camat Rungkut, Maskur, menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan MWCNU Rungkut beserta seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi antara pemerintah dan unsur NU selama ini telah berjalan. Namun, kerja sama tersebut perlu terus ditingkatkan agar program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terlaksana secara lebih optimal.
Menurutnya, terdapat sejumlah bidang prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pelayanan umat, pendidikan keagamaan, kesehatan masyarakat, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban wilayah.
“Selama ini memang sudah ada koordinasi, tetapi ke depan perlu ditingkatkan. Yang pertama adalah peningkatan pelayanan umat,” demikian inti penyampaian Camat Rungkut dalam sambutannya.
KAMPUNG PANCASILA DAN KAMPUNG MADANI JADI PERHATIAN
Camat Rungkut menjelaskan bahwa program Kampung Pancasila dan Kampung Madani yang menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Surabaya perlu terus diperkuat melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk Nahdlatul Ulama.
Ia menyinggung keberadaan program Kampung Madani di wilayah Kalirungkut yang dinilai perlu dikembangkan dan diperluas manfaatnya. Kolaborasi dengan NU, termasuk melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), diharapkan mampu memperkuat kegiatan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Camat juga berharap pengembangan program tersebut dapat menjangkau enam kelurahan di wilayah Kecamatan Rungkut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurutnya, keberhasilan program berbasis masyarakat tidak cukup hanya dengan adanya kegiatan atau pencapaian administratif, tetapi harus disertai peningkatan partisipasi warga, kepedulian sosial, dan keberlanjutan program.
PENDIDIKAN TPQ DAN MADRASAH PERLU DIPERKUAT
Bidang pendidikan keagamaan juga menjadi perhatian penting. Camat Rungkut menyebut keberadaan puluhan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan madrasah di wilayah Rungkut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat dengan MWCNU.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter generasi muda, serta keberlanjutan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Keterlibatan badan otonom NU dan para pengelola lembaga pendidikan dinilai penting agar pembinaan generasi muda dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
KOLABORASI KESEHATAN DENGAN PUSKESMAS
Dalam bidang kesehatan, Camat Rungkut juga mendorong kerja sama antara MWCNU, badan otonom NU, dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
Ia menyebut terdapat dua puskesmas di wilayah Kecamatan Rungkut, yakni Puskesmas Kalirungkut dan Puskesmas Medokan Ayu, yang dapat menjadi mitra dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi kegiatan pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, serta akses pelayanan yang terjangkau bagi warga.

Camat juga menyinggung keberadaan petugas kesehatan di lingkungan RW dan peran organisasi kemasyarakatan, termasuk Fatayat NU dan Muslimat NU, yang selama ini turut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kesehatan.
Melalui kerja sama yang lebih terstruktur, pelayanan kesehatan diharapkan semakin mudah dijangkau dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
TIGA PILAR DIPERKUAT, JAGA KONDUSIVITAS KECAMATAN RUNGKUT
Selain pelayanan sosial, Camat Rungkut menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama tiga pilar, yakni pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI melalui Koramil.

Menurutnya, sinergi tersebut selama ini telah diwujudkan melalui kegiatan pemeliharaan keamanan lingkungan, termasuk kegiatan jaga malam pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Ke depan, ia berharap keterlibatan MWCNU, Banser, serta unsur masyarakat lainnya semakin memperkuat upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kecamatan Rungkut.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis, terutama ketika masyarakat menyelenggarakan kegiatan keagamaan berskala besar.
Camat juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
CAMAT SOROTI KOORDINASI PENGGUNAAN PENGERAS SUARA MASJID
Dalam sambutannya, Maskur turut menyinggung persoalan penggunaan pengeras suara masjid yang selama ini menjadi salah satu hal yang perlu dikoordinasikan bersama.
Ia menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Rungkut memiliki sekitar 54 masjid besar, belum termasuk musala, sehingga diperlukan pemahaman bersama mengenai ketentuan penggunaan pengeras suara dalam kegiatan ibadah.
Menurutnya, persoalan tersebut telah dibahas melalui koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), unsur Pemerintah Kota Surabaya, perwakilan takmir masjid, serta tokoh masyarakat.
Camat berharap MWCNU Rungkut dapat turut membantu menyosialisasikan ketentuan yang berlaku kepada pengurus masjid dan masyarakat agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Ia menegaskan pentingnya komunikasi, saling menghormati, dan kerja sama agar kegiatan ibadah tetap berlangsung khusyuk sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan.
Pendekatan dialogis dan edukatif diharapkan dapat meminimalkan kesalahpahaman maupun keluhan masyarakat, tanpa mengurangi penghormatan terhadap kehidupan beragama.
KETUA PCNU SURABAYA: NU HARUS TERUS BERKHIDMAH UNTUK ULAMA DAN UMAT
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Masduki Toha, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus selamat kepada jajaran pengurus NU yang dilantik.
Ia berharap seluruh warga NU dan badan otonom Nahdlatul Ulama di Kecamatan Rungkut dapat menjalankan khidmah dengan baik, menjaga kebersamaan, serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

KH Masduki Toha juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam pesannya, ia mengajak jajaran NU, baik pengurus MWCNU maupun badan otonom, untuk terus menjaga semangat pengabdian kepada para ulama serta meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah kecamatan, TNI-Polri, KUA, para tokoh agama, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Harapannya, kepengurusan yang baru dilantik mampu memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat, persatuan bangsa, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa khidmah bukan sekadar menjalankan struktur organisasi, tetapi diwujudkan melalui pelayanan nyata, keteladanan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
PENGAJIAN GUS REZA LIRBOYO, SANTUNAN SOSIAL, DAN PEMBERDAYAAN UMKM
Puncak peringatan HSN 2026 MWCNU Rungkut juga menghadirkan pengajian umum bersama Gus Reza dari Lirboyo sebagai salah satu agenda utama.

Pengajian tersebut menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan, menumbuhkan kecintaan kepada ulama, serta menanamkan nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain agenda keagamaan, kegiatan ini turut menghadirkan santunan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, bazar UMKM diharapkan dapat memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Festival Hari Santri, siaran langsung, serta pembagian doorprize turut melengkapi rangkaian kegiatan yang disambut antusias oleh jamaah.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
HARI SANTRI, MOMENTUM MERAWAT UKHUWAH DAN SEMANGAT KEBANGSAAN
Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, termasuk semangat Resolusi Jihad yang menggerakkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Nilai perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, serta keterlibatan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran ribuan jamaah, unsur pemerintah, TNI-Polri, Banser, Pagar Nusa, IPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, serta berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan di Kecamatan Rungkut menjadi gambaran pentingnya kebersamaan dalam merawat kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan program kerja MWCNU Rungkut yang semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

Peningkatan pelayanan umat, mutu pendidikan keagamaan, akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta sinergi tiga pilar menjadi sejumlah bidang yang dapat dikembangkan melalui koordinasi berkelanjutan antara NU dan pemerintah.
TEGUHKAN KHIDMAH NU UNTUK UMAT, ULAMA, DAN BANGSA
Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dirangkai dengan pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Rungkut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada agama, masyarakat, dan negara.

Pesan Camat Rungkut mengenai peningkatan pelayanan umat serta ajakan Ketua PCNU Surabaya untuk terus berkhidmah kepada ulama menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi harus tercermin melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Sinergi antara MWCNU, badan otonom NU, pemerintah, TNI-Polri, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan semakin kokoh demi mewujudkan Kecamatan Rungkut yang aman, religius, harmonis, dan sejahtera.
Santri Mengabdi, Ulama Membimbing, NU Berkhidmat untuk Negeri.
WARTA GLOBAL JATIM.ID
JAWA TIMUR – MEDIA CEPAT, AKURAT & TERPERCAYA
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id


.jpg)