Cegah Bentrokan Suporter Pelajar, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan 17 Pelajar dan 19 Sepeda Motor - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Cegah Bentrokan Suporter Pelajar, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan 17 Pelajar dan 19 Sepeda Motor

Saturday, 17 October 2026
Tim Sparta Polresta Surakarta mengamankan 17 Pelajar dan 19 Sepeda Motor untuk mencegah Bentrokan Suporter Pelajar, Jumat (16/10/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan 17 pelajar yang diduga terlibat dalam perseteruan antarkelompok suporter futsal dari dua sekolah. Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai potensi bentrokan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surakarta.

Pengamanan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 22.45 WIB, dalam rangkaian patroli dan penelusuran di kawasan Jembatan Merah Sumber Tapen, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto membenarkan adanya pengamanan tersebut. Menurutnya, tindakan petugas merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai perselisihan antarkelompok pemuda yang diduga berkaitan dengan rivalitas suporter futsal antarsekolah.

Kompol Edi menjelaskan, kejadian bermula ketika Tim Sparta tengah melaksanakan patroli rutin dan menerima informasi melalui Call Center Tim Sparta mengenai perseteruan dua kelompok pemuda di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Laweyan.

Merespons laporan tersebut, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Di lapangan, sejumlah pelajar mengaku baru saja pulang dari GOR Sritex setelah menyaksikan pertandingan futsal yang melibatkan tim sekolah mereka.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas, perselisihan diduga terjadi ketika salah satu rombongan suporter hendak meninggalkan lokasi pertandingan. Mereka mengaku mendapat teriakan provokatif dan lemparan kerikil dari kelompok suporter sekolah lain yang diduga telah menunggu di sekitar lokasi.

“Menurut keterangan mereka, saat hendak meninggalkan lokasi, kelompok tersebut mendapat teriakan provokatif dan lemparan batu kerikil dari suporter sekolah lain. Karena merasa kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan, mereka memilih meninggalkan lokasi,” jelas Kompol Edi.

Berbekal informasi tersebut, Tim Sparta kemudian melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok suporter. Saat melintas di kawasan Gremet, petugas justru mendapat lemparan botol air mineral dari sekelompok pemuda.

Petugas selanjutnya melakukan pengamanan dan meminta keterangan kepada kelompok tersebut. Dari pemeriksaan awal, para pemuda mengaku salah mengidentifikasi kendaraan petugas yang melintas sebagai rombongan suporter sekolah lawan.

“Setelah dimintai keterangan, mereka mengaku salah mengira kendaraan petugas yang melintas sebagai rombongan suporter dari sekolah lawan, sehingga melakukan pelemparan,” ungkapnya.

Penyisiran kemudian dilanjutkan berdasarkan informasi yang ditemukan dalam percakapan grup WhatsApp saat pemeriksaan awal. Informasi itu mengarahkan petugas ke kawasan tanggul di sebelah utara Taman Balekambang, Surakarta, yang diduga menjadi titik berkumpul kelompok suporter lainnya.

Ketika petugas tiba, sejumlah pemuda berusaha melarikan diri. Namun, personel Tim Sparta berhasil melakukan pengejaran dan mengamankan 17 pelajar yang berada di lokasi tersebut.

Dari rangkaian penanganan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu bendera bertuliskan “Together And Ever” serta 19 unit sepeda motor yang berkaitan dengan kelompok yang diperiksa.

Seluruh pelajar beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Satres PPA dan PPO Polresta Surakarta sesuai prosedur yang berlaku, dengan memperhatikan hak serta perlindungan khusus bagi anak.

Kompol Edi menegaskan, patroli rutin dan respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah perselisihan antarpelajar berkembang menjadi aksi kekerasan atau tawuran yang membahayakan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelajar dan kelompok suporter agar senantiasa menjaga sportivitas, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menjadikan rivalitas antarsekolah sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mendukung tim kebanggaan boleh, tetapi keamanan dan persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Ia juga meminta orang tua, guru, dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar, khususnya ketika mengikuti kegiatan di luar sekolah hingga malam hari. Peran keluarga dan lingkungan pendidikan dinilai penting untuk mencegah keterlibatan anak dalam tindakan berisiko.

“Jangan sampai semangat mendukung tim sekolah justru berubah menjadi permusuhan. Jadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan menciptakan perpecahan. Polresta Surakarta akan terus hadir untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Solo,” pungkas Kompol Edi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam olahraga perlu disikapi secara dewasa dan menjunjung tinggi sportivitas. Dukungan kepada tim sekolah semestinya menjadi ajang mempererat solidaritas, bukan pemicu permusuhan antarpelajar.

Polresta Surakarta mengajak masyarakat untuk segera melaporkan potensi gangguan keamanan melalui saluran pengaduan resmi kepolisian. Dengan keterlibatan orang tua, sekolah, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan situasi kamtibmas di Kota Surakarta tetap aman dan kondusif.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diberikan. Keterangan mengenai motif pelemparan dan awal perseteruan masih berupa penjelasan berdasarkan pemeriksaan awal, sehingga perlu dibedakan dari fakta yang telah dipastikan melalui penyelidikan. Belum ada informasi terbaru yang terverifikasi mengenai hasil pemeriksaan lanjutan, penetapan pihak yang bertanggung jawab, maupun status hukum para pelajar yang diamankan. (Joko S)