
NGANJUK Warta Global Jatim.id
Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk mendapatkan perhatian serius dari pusat. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, turun langsung ke Nganjuk pada Sabtu, 5 September 2026, untuk meninjau kondisi para siswa sekaligus mengevaluasi langsung dapur penyedia makanan yang diduga bermasalah.

Kedatangan Mayjen TNI Trenggono disambut dan didampingi oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., serta Danramil Nganjuk Kota dan Kapolsek Nganjuk Kota. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan keseriusan semua pihak dalam menangani peristiwa yang mengguncang dunia pendidikan di Nganjuk ini.

Peristiwa dugaan keracunan itu menyita perhatian luas setelah sebanyak 143 siswa sempat menjalani pemeriksaan dan observasi medis. Sebagian besar telah diperbolehkan pulang, namun enam siswa masih menjalani masa pemulihan dan dilaporkan kondisinya terus membaik.
Atas kejadian tersebut, BGN mengambil keputusan tegas. SPPG Begadung 2 Nganjuk disuspend selama 30 hari, dan Penanggung Jawab Operasional dapur langsung dicopot dari jabatannya. SPPG tersebut diketahui dipimpin oleh Zaidan Kamil.
"Ada langkah SOP yang dilanggar. Karena itu, dapur kita suspend berat, kepala dapur kita copot dan dilakukan investigasi mendalam. Kalau ditemukan unsur pidana, proses hukum tetap berlaku."
tegas Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono.
Temuan awal menunjukkan adanya dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya terkait waktu pengolahan dan pendistribusian makanan. BGN menetapkan batas waktu konsumsi maksimal empat jam setelah makanan selesai dimasak dan dugaan pelanggaran terhadap ketentuan inilah yang menjadi fokus utama investigasi.
Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, sampel makanan termasuk olahan telur, ayam suwir, dan menu lainnya telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tak berhenti di situ, BGN bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan jajaran Kodim berencana melakukan verifikasi dan validasi ulang terhadap seluruh SPPG di Nganjuk. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh dapur penyedia makanan memenuhi standar keamanan dan ketentuan yang berlaku, agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan proses investigasi yang sedang berjalan.(Tomo)


.jpg)