Polresta Surakarta Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM, Tekankan Pelayanan Bersih dan Transparan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Polresta Surakarta Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM, Tekankan Pelayanan Bersih dan Transparan

Tuesday, 29 September 2026
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo Hadiri Sosialisasi Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM, Selasa (28/9/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Polresta Surakarta memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Mapolresta Surakarta, Selasa (28/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, jajaran pejabat utama, para Kapolsek, serta perwakilan personel dari berbagai satuan fungsi.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menegaskan, pembangunan Zona Integritas tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi maupun pencapaian predikat. Menurutnya, program tersebut harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam budaya kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Zona Integritas bukan sekadar slogan, tetapi implementasi nyata dalam setiap pelayanan kita kepada masyarakat. Kita ingin memastikan Polresta Surakarta benar-benar bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Catur.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan ZI membutuhkan keterlibatan seluruh personel. Setiap anggota dituntut memahami serta menerapkan nilai integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari, terutama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi langkah Polresta Surakarta dalam memperkuat reformasi birokrasi. Ia menilai pembangunan birokrasi yang bersih dan pelayanan publik yang berkualitas membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah dan seluruh institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas ini bukan hanya tentang mendapatkan predikat, tetapi bagaimana nilai-nilai integritas tersebut benar-benar diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan berintegritas,” ujar Respati.

Menurut Respati, sinergi antara Pemkot Surakarta dan Polresta Surakarta juga perlu terus ditingkatkan. Selain mendukung pelayanan publik, kolaborasi tersebut diharapkan turut menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Surakarta.

“Pemkot Surakarta tentu mendukung langkah Polresta Surakarta. Kita bersama-sama membangun budaya pelayanan yang semakin baik, sehingga masyarakat merasakan langsung manfaat dari reformasi birokrasi yang dilakukan,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Kabagren Polresta Surakarta memaparkan sejumlah materi terkait pembangunan Zona Integritas. Pembahasan mencakup enam area perubahan yang menjadi bagian penting dalam proses reformasi birokrasi, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keenam area tersebut menjadi landasan untuk membangun organisasi yang lebih efektif, transparan dan akuntabel. Selain itu, penerapannya diarahkan agar pelayanan kepolisian semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai kendala teknis yang ditemui dalam pelaksanaan tugas sekaligus membahas langkah penyelesaian yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan Zona Integritas.

Kapolresta Surakarta kembali menekankan bahwa pencapaian tujuan pembangunan ZI merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pimpinan atau satu bagian tertentu, seluruh personel memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas.

Melalui sosialisasi tersebut, Polresta Surakarta berharap pemahaman personel mengenai Zona Integritas semakin kuat dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Perubahan budaya kerja tersebut diharapkan turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

“Dengan komitmen bersama, kita wujudkan Polresta Surakarta yang bersih, transparan dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Polri yang Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan,” pungkas Catur. (Joko S)