KASUS MBG NGANJUK MEMBENGKAK,100 LEBIH PELAJAR DIDUGA KERACUNAN, TAK HANYA SATU SEKOLAH - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

KASUS MBG NGANJUK MEMBENGKAK,100 LEBIH PELAJAR DIDUGA KERACUNAN, TAK HANYA SATU SEKOLAH

Thursday, 3 September 2026

 
NGANJUK, Warta Global Jatim.id 
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah kembali menyisakan persoalan serius di Jawa Timur. Sebanyak lebih dari 100 pelajar di Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program tersebut, Rabu (2/9/2026). Kejadian ini mencuat setelah puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk jatuh sakit, namun kemudian diketahui dampaknya meluas hingga ke tingkat SD yang disuplai oleh penyedia yang sama.

Peristiwa bermula saat paket makanan MBG tiba di SMAN 3 Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB. Para siswa menyantapnya bersama-sama pada pukul 10.00 WIB. Tak lama berselang, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, sakit perut, hingga muntah secara beruntun.
 
Makanan yang disajikan berupa nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar timun-wortel, dan potongan semangka  seluruhnya dimasak oleh SPPG Begadung 2.

Awalnya tercatat 46 siswa dan 1 guru terdampak, namun angka terus bertambah. Emil Dardak, Ketua DPD Demokrat Jatim, mengonfirmasi jumlah korban kini melampaui 100 orang. Yang lebih mengkhawatirkan, keracunan tidak hanya terjadi di SMAN 3 Nganjuk sejumlah siswa SD yang juga mendapat suplai dari SPPG yang sama turut mengalami gejala serupa.
 
"Kita fokus juga tadi kan sudah 74, sudah bertambah lagi jadi 100 [korban]. Bukan hanya di SMA 3 ya, tapi dari SD juga ada."  Emil Dardak.
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan belum diketahui secara pasti. Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan sedang melakukan penelusuran dan pemeriksaan sampel makanan."Apa kira-kira penyebab spesifiknya masih ditelusuri oleh BGN. Karena yang punya akses BGN dan Dinkes setempat tentu posisinya juga mendampingi."  Emil Dardak
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai telah meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan penyedia layanan. SPPG Begadung 2 kemungkinan besar akan dihentikan sementara untuk dievaluasi menyeluruh.
 
"Kami minta sekolah berkoordinasi dengan SPPG agar sementara waktu dievaluasi. Mungkin sementara dari pihak BGN melakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut."  Aries Agung Paewai.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan kritis terkait kepatuhan SPPG terhadap ketentuan BGN. Seperti diberitakan sebelumnya, nasi goreng masuk dalam daftar menu yang dilarang disajikan dalam program MBG karena berisiko tinggi penurunan kualitas dan kebersihan saat proses pengolahan hingga distribusi.
 
Kombinasi peningkatan jumlah korban, penyebaran ke jenjang sekolah berbeda, serta dugaan pelanggaran aturan menu menjadi sinyal keras bahwa pengawasan terhadap SPPG harus diperketat demi keselamatan jutaan pelajar penerima manfaat program MBG.(,TM*)