
Satkorcab Banser Kota Surabaya M. Asyiqun Nahdli, S.Ars menyampaikan keprihatinan sekaligus doa bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Musibah erupsi tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menghadirkan kecemasan, kepedihan, serta memaksa sebagian masyarakat meninggalkan rumah dan lingkungan tempat mereka menjalani kehidupan.
Melalui doa yang dipanjatkan, Banser Surabaya berharap seluruh masyarakat terdampak senantiasa mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak erupsi diberikan keselamatan, ketabahan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat serta memudahkan setiap proses penanganan bencana,” demikian pesan Satkorcab Banser Kota Surabaya.
Banser juga memberikan apresiasi kepada seluruh relawan, petugas, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat yang berada di garis depan membantu warga terdampak.
Menurut Banser Surabaya, semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Meskipun berada jauh dari lokasi bencana, kepedulian dapat diwujudkan melalui doa, dukungan, dan tindakan nyata sesuai kemampuan masing-masing.
“Panjenengan sedoyo mboten piyambakan. Di tengah musibah, masih ada tangan-tangan yang terulur, hati yang peduli, dan doa yang terus dipanjatkan,” menjadi pesan solidaritas dari Kota Pahlawan.
Banser Surabaya menegaskan bahwa khidmah kepada masyarakat bukan hanya diwujudkan dalam pengabdian di lapangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap setiap saudara yang sedang menghadapi kesulitan.
Musibah di satu daerah merupakan duka bersama sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga solidaritas, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung langkah-langkah penanganan bencana yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Dari Surabaya, doa terus dipanjatkan agar kondisi segera membaik dan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan tenteram.
“Boleh rumah kita berjauhan, tetapi kepedulian kita tidak mengenal jarak. Boleh kita berbeda tempat, tetapi dalam kemanusiaan kita adalah saudara.”
SATKORCAB BANSER KOTA SURABAYA
Satu Komando, Satu Barisan, Kemanusiaan Tanpa Batas.
Nur Cholis, C.JI., C.LWI.
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim


.jpg)