BREAKING NEWS | Cak Moden: JANGAN CARI PUJIAN, BANSER BERKHIDMAH KARENA AMANAH ! - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

BREAKING NEWS | Cak Moden: JANGAN CARI PUJIAN, BANSER BERKHIDMAH KARENA AMANAH !

Saturday, 5 September 2026
Satu Barisan. Satu Komando.Satu Niat. Satu Khidmah.
SURABAYA, Warta Global Jatim.id — Menjadi Banser bukan tentang siapa yang paling dikenal, siapa yang paling sering tampil, atau siapa yang mendapatkan pujian. Menjadi Banser adalah tentang keteguhan hati, keikhlasan mengabdi, dan kesetiaan dalam menjaga amanah.

Pesan tersebut disampaikan Nur Cholis yang akrab disapa cak moden, Infokom Banser Surabaya, yang mengajak seluruh kader Banser untuk terus menjaga niat dalam menjalankan khidmah di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Jangan jadikan pengabdian sebagai jalan untuk mencari pujian. Kita berkhidmah karena amanah dan kecintaan kepada NU, agama, bangsa, dan kemanusiaan. Ada yang melihat ataupun tidak, tugas kita tetap berbuat yang terbaik,” ujar cak moden.


Menurutnya, perjuangan seorang Banser tidak selalu mendapatkan apresiasi. Bahkan terkadang, pengabdian justru harus dilakukan dalam diam dan penuh kesabaran.

“Boleh lelah, tetapi jangan menyerah. Boleh tidak dipuji, tetapi jangan berhenti berbuat baik. Sebab pengabdian sejati tidak membutuhkan tepuk tangan. Cukup Allah yang mengetahui setiap niat dan langkah kita,” tegasnya.


SATU BARISAN, SATU KOMANDO
Nur Cholis menegaskan, semboyan “Satu Barisan, Satu Komando” bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi semangat dalam menjalankan amanah organisasi.

“Berdiri tegak dengan niat yang lurus, melangkah dengan adab, dan mengabdi dengan hati. Banser harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dan tetap menjaga marwah NU,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa khidmah bukan tentang jabatan.

“Khidmah tidak selalu harus berada di depan. Kadang kita berada di belakang, mengamankan, membantu, mengatur, bahkan bekerja tanpa diketahui banyak orang. Tetapi semuanya tetap bernilai ketika dilakukan dengan ikhlas,” ungkapnya.

JADIKAN PERBEDAAN SEBAGAI KEKUATAN
Dalam kesempatan tersebut, Nur Cholis / cak moden juga mengajak kader Banser dan seluruh warga Nahdliyin untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan.

“Kita tidak harus selalu sepemikiran untuk bisa berjalan beriringan. Tidak harus selalu sependapat untuk tetap bersaudara. Berbeda dalam pandangan, tetap satu dalam persaudaraan. Berbeda dalam langkah, tetap satu dalam tujuan,” ujarnya.

Menurutnya, persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana setiap perbedaan mampu menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

“Berbeda boleh, berselisih jangan. Bersatu adalah pilihan, bersaudara adalah kehormatan,” tegas cak moden.

Ia berharap semangat keikhlasan dan persaudaraan terus menjadi karakter Banser dalam menjalankan pengabdian kepada NU dan masyarakat.

“Banser hari ini tetap khidmat sampai kapan pun. Bukan karena ingin dipuji, bukan karena ingin dikenal, tetapi karena ada amanah yang harus dijaga. Satu barisan, satu komando. Satu niat, satu khidmah,” pungkasnya.

Untuk agama, NU, bangsa, dan kemanusiaan. 🇮🇩🤝
BELAJARLAH IKHLAS DARI BANSER
Boleh lelah, jangan menyerah.
Boleh tidak dipuji, jangan berhenti berbuat baik.
Boleh berbeda, jangan kehilangan persaudaraan.
Karena khidmah bukan tentang tepuk tangan manusia, tetapi tentang keikhlasan di hadapan Allah SWT.

Satu Barisan. Satu Komando.
Satu Niat. Satu Khidmah.
Nur Cholis Pimred Warta Global Jatim.id