GEMURA Gaspol Menuju Indonesia Emas 2045: Pemuda Tak Boleh Jadi Penonton, Harus Jadi Pelaku Perubahan! - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

GEMURA Gaspol Menuju Indonesia Emas 2045: Pemuda Tak Boleh Jadi Penonton, Harus Jadi Pelaku Perubahan!

Sunday, 6 September 2026

WARTA GLOBAL JATIM.ID — JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda (GEMURA) menggelar Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “ASTA CITA: Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas komitmen GEMURA dalam mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa.

Pelantikan dan Rakernas dihadiri sejumlah tokoh, pejabat, pengusaha, aktivis, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Sejumlah nama yang tercantum dalam materi kegiatan antara lain Syafi’i Effendi, Ahir Faisal, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta Raffi Ahmad.

Ketua Pelaksana Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA, Ghaza Ghafiqi A., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal lahirnya komitmen baru generasi muda Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sering kali kita bertanya, apa yang Indonesia berikan kepada kita. Tetapi pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apa yang bisa kita berikan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia?” ujar Ghaza.

Ia juga menyoroti momentum 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Menurut Ghaza, generasi muda tidak cukup hanya mengenang sejarah, tetapi harus mampu menciptakan sejarah baru melalui karya dan kontribusi nyata.

Nusantara Youth Conference Jadi Ruang Gagasan Pemuda
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, GEMURA memperkenalkan Nusantara Youth Conference (NYC) sebagai ruang dialog nasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah.

Forum tersebut diarahkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi yang membahas berbagai isu, mulai dari kepemudaan, ekonomi, UMKM, transformasi teknologi, lingkungan, hingga persoalan nasional dan internasional.

“Bukan sekadar konferensi, tetapi laboratorium gagasan anak muda. Bukan sekadar forum diskusi, tetapi tempat lahirnya kolaborasi,” kata Ghaza.

GEMURA Ingin Jadi Rumah Bersama Pemuda Indonesia
Sementara itu, Koordinator Presidium GEMURA 2025–2026, A. Rajin Musa’ad, menegaskan bahwa GEMURA harus menjadi rumah bersama bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, tantangan anak muda semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, persaingan ekonomi, pendidikan, lapangan kerja, persoalan lingkungan, hingga dinamika sosial dan geopolitik.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi pelaku perubahan,” tegasnya.
 Rajin mengatakan, Indonesia Emas 2045 tidak boleh berhenti sebagai slogan. Cita-cita tersebut merupakan proyek kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, GEMURA mendorong kolaborasi lintas daerah, komunitas, profesi, organisasi, dan generasi.
Jaga Persatuan di Tengah Polarisasi Digital
 Rajin juga mengingatkan pentingnya peran anak muda dalam menghadapi polarisasi di ruang digital.
Perbedaan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya berubah menjadi kebencian antarkelompok. Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang membangun gagasan dan memperkuat persatuan.

“Gunakan media sosial sebagai ruang untuk membangun, bukan merusak. Sebagai ruang untuk menyatukan, bukan memecah. Sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, bukan menyebarkan kebencian,” katanya.

Pemuda Jangan Menunggu Masa Depan
 Rajin mengajak generasi muda untuk tidak hanya menunggu datangnya masa depan.
Anak muda harus mulai mengambil peran sejak sekarang melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi, organisasi, kreativitas, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan hanya menunggu masa depan. Mari kita jemput dan kita ciptakan masa depan itu bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, GEMURA ingin menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi anak muda Indonesia.

“GEMURA adalah jembatan. Pemuda adalah penggeraknya. Indonesia adalah tujuan perjuangan kita bersama,” katanya.
Ucapan Selamat Mengalir
Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA juga mendapat ucapan selamat dan dukungan dari berbagai tokoh, organisasi, serta mitra.

Ucapan selamat antara lain disampaikan Syafi’i Effendi, MM, dari PT Sinergi Edukasi Global, serta Siti Fauziah Azfi Hsb, S.M., Wakil Ketua Umum EMUD (Emak Muda).

Ucapan khusus juga diberikan kepada Ferli Widiawan, S.Sos., yang dilantik sebagai Presidium GEMURA.
Dukungan juga datang dari Nizar Chaironi, A.Md., S.M., M.M., QRMP, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Pemuda Tegal Bersatu.

Sementara itu, Amir Faisal dan Anita Amir dari The Aceh Connection turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan serta Rakernas DPP GEMURA.

Saatnya Membuktikan dengan Kerja Nyata
Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa tema “Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Melalui Nusantara Youth Conference, GEMURA membuka ruang baru bagi anak muda Indonesia untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, dan melahirkan kolaborasi.

Dari momentum tersebut, GEMURA diharapkan semakin solid, progresif, serta mampu menghadirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
GEMURA Bergerak, Pemuda Bersatu, Indonesia Maju.

WARTA GLOBAL JATIM.ID
Pimpinan Redaksi: NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Media Cepat, Akurat & Terpercaya