102 KAMPUS TURUN KE 1.360 RW! SURABAYA GASPOL JADIKAN KAMPUNG PANCASILA MOTOR KESEJAHTERAAN - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

102 KAMPUS TURUN KE 1.360 RW! SURABAYA GASPOL JADIKAN KAMPUNG PANCASILA MOTOR KESEJAHTERAAN

Friday, 18 September 2026

SURABAYA | WARTA GLOBAL JATIM.ID — Gebrakan baru dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat Program Kampung Pancasila. Sebanyak 102 perguruan tinggi dan akademi dilibatkan untuk mendampingi sekitar 1.360 RW di seluruh Kota Surabaya.

Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Perguruan tinggi diarahkan untuk membawa kekuatan akademik langsung ke tengah masyarakat melalui penelitian, inovasi, pengembangan potensi, serta pendampingan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di tingkat kampung.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan kampus-kampus di Surabaya memiliki sumber daya yang sangat besar untuk ikut mendukung pembangunan kota.

“Jadi kampus-kampus di Surabaya, PTN maupun PTS itu memang kita yakini mempunyai kemampuan cukup besar untuk turut membantu pelaksanaan program-program yang ada di Kota Surabaya,” kata Agus, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki para peneliti, inovator hingga inventor yang dapat berkolaborasi dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu membantu mengidentifikasi persoalan sekaligus menemukan potensi yang dapat dikembangkan di setiap kampung.

“Karena mereka mempunyai sumber daya yang luar biasa, para peneliti, para inovator, inventor yang diharapkan nanti jika bergabung dengan masyarakat bisa membantu mengidentifikasi permasalahan atau membantu mengidentifikasi potensi,” ujarnya.

Agus menilai, ketika persoalan dapat dipetakan dan potensi kampung berhasil dikembangkan, maka pembangunan Surabaya akan semakin kuat karena dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah.

“Maka nanti masalah bisa selesai, potensi bisa dikembangkan, sehingga kemajuan Surabaya nantinya akan melesat karena akan dimulai dari kampung-kampung yang jumlahnya 1.360-an,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan 102 perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu kekuatan untuk menyukseskan Program Kampung Pancasila sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Nah, ini kalau semua jalan di-support kampus itu maka harapan kita Program Kampung Pancasila ini bisa sukses mensejahterakan Kota Surabaya,” ujar Agus.

Agus memastikan perguruan tinggi yang terlibat terdiri dari berbagai unsur, yakni perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), dan akademi.

“Totalnya 102. Terdiri dari PTN, PTS dan Akademi,” imbuhnya.
1.360 RW Didorong Ikut Lomba Kampung Pancasila 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengajak seluruh RW di Surabaya untuk berpartisipasi dalam rangkaian Lomba Kampung Pancasila 2026.

Sebanyak 1.360 RW memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
“Jadi 1.360 RW kami mohon partisipasinya, semuanya daftar karena njenengan (Anda) semuanya itu sudah menjadi Kampung Pancasila,” kata Eddy.

Eddy menegaskan, lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang. Hal yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut memberikan manfaat dan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Yang terpenting adalah dampaknya. Kita ingin program itu semua dampaknya kepada masyarakat, maju bareng, sejahtera bareng, sehat bareng,” pungkasnya.

Dengan menggandeng 102 perguruan tinggi, Pemkot Surabaya mendorong agar kampung tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya inovasi, kreativitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.

NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim