
Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, truk diduga mengalami kerusakan pada as roda belakang. Sebelum insiden terjadi, pengemudi sempat mendengar suara keras yang mengindikasikan adanya kerusakan pada komponen tersebut.
Meski masih sempat melaju beberapa meter, as roda belakang akhirnya patah sehingga salah satu ban terlepas dan menggelinding ke badan jalan. Akibat hilangnya keseimbangan, truk kemudian terguling tepat di depan gerbang masuk Pabrik Spindo Unit 7.

Salah satu saksi mata di lokasi, kang Sahrul, mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan langsung kejadian tersebut saat berada di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi.
"Saya sedang minum es di warung depan lokasi sekitar pukul 12.20 WIB. Tiba-tiba terdengar suara keras, lalu truk masih berjalan beberapa meter sebelum akhirnya ban belakang terlepas dan truk terguling," ujar Sahrul.
Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan hingga proses penanganan kendaraan selesai dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih diduga akibat patahnya as roda belakang. Tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara besaran kerugian masih dalam proses pendataan.red-


.jpg)