Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun

Monday, 10 August 2026
Ratusan Personel Polres Pekalongan melakukan pengamanan Gelar Aksi Peternak Ayam Petelur, Senin (10/8/26).


PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Sekitar 100 peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Pekalongan, Senin (10/8/2026). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari kenaikan harga telur hingga penurunan harga pakan ternak.

Aksi yang berlangsung mulai pagi tersebut diikuti sejumlah kelompok peternak ayam petelur dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan. Massa aksi dipimpin Koordinator Lapangan Eko Prasetyo.

Untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib, Polres Pekalongan mengerahkan ratusan personel gabungan. Pengamanan diawali dengan apel pelayanan yang dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Pekalongan.

Sebanyak 337 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan, terdiri dari 264 personel Polres Pekalongan, 30 personel TNI, 8 personel Dinas Kesehatan, 20 personel Satpol PP, serta 15 personel Dinas Perhubungan.

Kapolres Pekalongan menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif dalam mengawal penyampaian aspirasi.

"Kegiatan yang kita amankan pada prinsipnya merupakan aksi penyampaian aspirasi secara damai. Untuk itu, laksanakan pengamanan dengan tertib, humanis, persuasif, dan tetap mengedepankan pendekatan komunikasi," kata Rachmad saat apel pengamanan.

Personel juga ditempatkan di sejumlah titik untuk mengamankan rangkaian kegiatan, mulai dari jalur keberangkatan massa hingga lokasi aksi. Pengamanan difokuskan pada dua titik, yakni Kantor Sekda Kabupaten Pekalongan dan Jalan Mandurorejo.

Petugas turut memantau pergerakan massa sejak titik keberangkatan, selama aksi berlangsung, hingga massa kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Sementara itu, personel negosiator disiagakan untuk membangun komunikasi dengan koordinator lapangan dan perwakilan massa. Polres Pekalongan juga menyiapkan personel Dalmas Lanjut sebagai kekuatan cadangan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kapolres meminta anggotanya tidak mudah terpancing provokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

"Kita harus memberikan kesan bahwa Polri hadir untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebaliknya," tegasnya.

Sebelum menuju Kantor Bupati Pekalongan, para peserta berkumpul di SP3 Krumpyung, Dukuh Picis, Desa Batursari, Kecamatan Talun. Mereka memasang sejumlah poster pada kendaraan yang digunakan untuk konvoi.

Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain menurunkan harga pakan ayam, menaikkan harga telur, menghapus monopoli impor bahan baku, mencukupi kebutuhan jagung dengan harga HAP, membentuk Kementerian Peternakan, serta membatasi budidaya ayam skala besar.


Sekitar pukul 09.00 WIB, massa kemudian bergerak secara konvoi menuju Kantor Bupati Pekalongan. Rombongan menggunakan 15 kendaraan bermotor dan satu kendaraan sound system.

Setibanya di Kantor Bupati Pekalongan, massa bergabung dengan peternak dari sejumlah kelompok. Di lokasi, mereka menyampaikan aspirasi melalui orasi.

Korlap aksi, Eko Prasetyo mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi peternak ayam petelur yang dinilai semakin tertekan.

"Kami para pekerja ternak, khususnya ayam petelur yang ada di Kabupaten Pekalongan, berharap pemerintah memperhatikan nasib kami agar kami bisa sejahtera," kata Eko dalam orasinya.

Menurutnya, para peternak sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada kementerian terkait. Namun, hingga kini mereka belum merasakan perubahan yang signifikan.

"Kami sangat berharap kepada pemangku kepentingan di wilayah supaya dapat memperhatikan nasib kami para peternak ayam petelur," ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan kelompok peternak, Kusbudianto. Dia menyebut harga telur di tingkat kandang saat ini belum sebanding dengan biaya operasional peternakan.

"Harga telur di kandang saat ini hanya sekitar Rp 21 ribu. Harga tersebut berbanding terbalik dengan biaya operasional kandang," kata Kusbudianto.

Dia juga menyoroti tingginya harga pakan yang dinilai semakin membebani peternak rakyat.

"Adanya monopoli harga pakan sangat merugikan peternak. Harga pakan tidak sebanding dengan harga jual telur di kandang," ujarnya.

Selain menyuarakan tuntutan, massa juga meminta pemerintah membatasi budidaya ayam petelur skala besar yang dinilai dapat meningkatkan persaingan dengan peternak rakyat.


Peternak Minta Dilibatkan Program Pemerintah

Selanjutnya, unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan menemui massa aksi dan kemudian dilakukan audiensi di ruang rapat Bupati Pekalongan.

Audiensi dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi, Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan, Camat Talun Argo Yudho Ismoyo, serta perwakilan peternak.

Dalam audiensi tersebut, Kusbudianto meminta pemerintah melibatkan peternak ayam petelur dalam berbagai program pemerintah.

"Kami ingin dilibatkan dalam program pemerintah seperti makan bergizi gratis agar kami bisa membantu pemerintah sekaligus meningkatkan derajat hidup peternak," katanya.

Peternak juga meminta pemerintah daerah mewujudkan program penyediaan jagung dengan harga yang terjangkau bagi peternak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan biaya produksi, mengingat pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam operasional kandang.

Perwakilan peternak lainnya, Daryono, mengatakan kondisi harga telur dan pakan saat ini membuat peternak rakyat kesulitan bertahan.

"Harga pakan sangat mencekik untuk operasional kandang, tetapi hasil produksi tidak sebanding untuk menutup biaya operasional," ujarnya.

Pemkab Janji Cari Langkah Konkret

Menanggapi aspirasi tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung damai.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan peternak yang dapat melaksanakan aksi dengan damai tanpa ketegangan maupun kericuhan," kata Anis.

Dia memastikan pemerintah daerah akan berupaya menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan peternak. Namun, Anis menegaskan penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.

"Kami tidak bisa serta-merta mewujudkan segala harapan rekan-rekan peternak, tetapi kami akan berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi tugas kami dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Pemkab Pekalongan juga berencana melakukan pengendalian terhadap perizinan usaha yang dilakukan pemodal besar agar keberadaan usaha skala besar tidak merugikan peternak rakyat.


"Kami akan melakukan pengendalian terhadap segala bentuk perizinan yang dilakukan oleh pemodal besar sehingga tidak merugikan rekan-rekan peternak rakyat," ujarnya.

Pemkab juga akan menjalin komunikasi dengan paguyuban mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencari peluang agar produk telur dari peternak lokal dapat terserap dalam program tersebut.

"Setelah kegiatan ini kami akan melakukan silaturahmi dengan rekan-rekan paguyuban mitra MBG supaya dapat menyambungkan apa yang menjadi harapan para peternak ayam petelur," katanya.

Aksi Ditutup dengan Bagi-bagi Ayam

Setelah audiensi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial. Para peserta membagikan sekitar 350 ekor ayam kepada warga di Jalan Mandurorejo, kawasan Alun-alun Kajen.

Polres Pekalongan memastikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pergerakan massa dan pembagian ayam kepada masyarakat, tetap dalam pemantauan petugas. Personel juga mengatur situasi di sekitar lokasi agar kegiatan tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.

Berkat koordinasi antara petugas keamanan, peserta aksi, dan pihak terkait, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Aspirasi peternak pun telah disampaikan langsung kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret. ( Ari )