Program Polisi Mondokan Bersatu Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Program Polisi Mondokan Bersatu Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Saturday, 11 July 2026
Personel Polsek Mondokan melakukan Bedah Rumah Warga yang Tak Layak Huni, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat, Jumat (10/7/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Kepedulian terhadap warga kembali ditunjukkan jajaran Polsek Mondokan melalui aksi sosial dalam Program Polisi Mondokan Bersatu. Bersama pemerintah desa dan masyarakat, personel kepolisian bergotong royong membedah rumah tidak layak huni milik Harno di Dukuh Kukunrejo RT 22, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jumat (10/7/26).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Mondokan Iptu Irwan Marvianto didampingi Wakapolsek Mondokan Ipda Supriyanto, para kepala unit, anggota Polsek Mondokan, Kepala Desa Gemantar, Ketua RT, serta warga setempat yang turut ambil bagian dalam proses perbaikan rumah.

Sejak pagi, puluhan personel kepolisian bersama masyarakat bekerja sama membongkar rumah yang kondisinya telah mengalami kerusakan cukup parah. Dinding dan papan bangunan yang telah lapuk akibat usia serta atap yang rusak dinilai membahayakan keselamatan penghuni sehingga rumah tersebut tidak lagi layak ditempati.

Kapolsek Mondokan Iptu Irwan Marvianto mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan.

"Setelah kami melakukan pemantauan, kondisi rumah Bapak Harno memang sudah sangat memprihatinkan. Bangunannya telah termakan usia, dinding dan papan banyak yang lapuk, sementara atapnya juga rusak sehingga sudah tidak lagi layak dihuni," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Polsek Mondokan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu meringankan beban Harno dengan memperbaiki rumahnya agar kembali layak ditempati.

"Melalui semangat gotong royong, kami mulai memperbaiki rumah beliau agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi keluarganya," lanjut Kapolsek.

Menurut Irwan, budaya gotong royong merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

"Inilah wujud kepedulian dan kebersamaan yang ingin terus kami bangun. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Mari kita rawat budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa, karena dengan kebersamaan pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Ayo, kita gotong royong untuk kemanusiaan," tegasnya.

Program Polisi Mondokan Bersatu menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri yang tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui kegiatan bedah rumah tersebut, diharapkan Harno beserta keluarganya dapat menempati hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak. Polsek Mondokan juga berharap semangat kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa nilai kepedulian, persatuan, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi kuat dalam membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat. (Joko S)