
SURABAYA, Warta Global Jatim.id – Dalam rangka menyambut Haul Mbah Ali, Mbah Danom, dan para sesepuh kampung, masyarakat Kampung Mejoyo menggelar Nyekar Agung di Makam Mejoyo RW 07, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya, pada Sabtu (11/7/2026) pukul 16.00 WIB.
Nyekar Agung di Makam Mejoyo RW 07, Kelurahan Kalirungkut,Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri para tokoh agama, sesepuh kampung, serta warga. Rangkaian acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan tabur bunga di area makam para leluhur, kemudian pembacaan Surah Yasin dan tahlil sebagai bentuk penghormatan serta doa bagi para pendahulu yang telah wafat.
Nyekar Agung di Makam Mejoyo RW 07, Kelurahan Kalirungkut,Mewakili sesepuh kampung, Ustaz Fatawi dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan tradisi mendoakan para leluhur sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan para pendahulu.

"Jangan pernah bosan mengirimkan doa kepada para leluhur. Doa anak cucu yang saleh menjadi amal yang terus mengalir dan merupakan wujud penghormatan kepada mereka yang telah berjasa membangun kampung ini," ujarnya.

Tradisi mengirim doa kepada orang yang telah meninggal memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman:
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman'." (QS. Al-Hasyr: 10).

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa doa dari anak, keluarga, maupun kaum muslimin merupakan amalan yang bermanfaat bagi orang yang telah meninggal dunia. Tradisi pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama juga menjadi bagian dari budaya keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Nahdlatul Ulama sebagai ikhtiar memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi para leluhur.

Melalui kegiatan Nyekar Agung ini, masyarakat berharap rangkaian Haul Mbah Ali, Mbah Danom, dan para sesepuh Kampung Mejoyo dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan rasa syukur, serta mengingatkan generasi muda agar senantiasa menghormati jasa para pendahulu dengan memperbanyak doa dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan.red- Cholis


.jpg)