Mahasiswa UI Berkaos Hitam Gelap Saat Demo Reformasi Jilid 2, "Indonesia Menuju Kegelapan" - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Mahasiswa UI Berkaos Hitam Gelap Saat Demo Reformasi Jilid 2, "Indonesia Menuju Kegelapan"

Friday, 12 June 2026

 

JAKARTA, Warta Global Jatim.id

12 Juni 2026 – Suasana Jakarta Pusat terasa berbeda dan mencekam pada Jumat siang ini. Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) memadati jalanan utama ibu kota dalam aksi demonstrasi besar-besaran bertajuk Reformasi Jilid 2. Salah satu hal yang paling mencolok dan menjadi sorotan publik adalah seragam massa yang serentak berwarna hitam pekat, seragam gelap yang tampak mendominasi kerumunan.
 
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa mereka memilih warna hitam yang identik dengan duka, kelam, atau ketidakpastian? Apakah sekadar pilihan warna biasa atau ada makna mendalam di baliknya? Kini jawabannya telah terungkap.
 
Dalam orasi di depan massa, pimpinan demonstrasi yang menjadi tokoh kunci dalam gerakan ini mengungkapkan alasan kuat pemilihan warna tersebut. Menurutnya, warna hitam bukan sekadar simbol, melainkan gambaran nyata kondisi yang sedang dirasakan bangsa ini saat ini.
 
"Kami pakai kaos hitam gelap ini karena Indonesia sedang menuju kegelapan," tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa yang berteriak setuju.
 
Pernyataan itu sontak memicu gema yel-yel dan seruan yang semakin mengeras. Para demonstran menilai arah kebijakan negara, kondisi ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan saat ini membawa bangsa ini ke dalam ketidakpastian, kemunduran, dan keterpurukan.
 
Tidak hanya itu, dalam aksi kali ini, para mahasiswa juga dengan lantang menggaungkan tagar yang cukup tajas dan menyita perhatian, yaitu #MenujuIndonesiaBangkrut. Tagar ini menjadi semboyan utama yang tertulis di spanduk-spanduk besar, dibawa massa, serta tersebar luas di media sosial.
 
Mereka menuntut adanya perubahan mendasar, pembenahan total sistem pemerintahan, hingga perbaikan kesejahteraan rakyat. Gerakan Reformasi Jilid 2 ini diklaim sebagai kelanjutan semangat reformasi tahun 1998 yang dinilai belum tuntas dan justru kini terancam hilang.

Hingga berita ini diturunkan, sorotan kini tertuju pada Istana Presiden. Publik menunggu bagaimana tanggapan pihak istana dan pemerintah atas aksi masif ini, khususnya terkait pernyataan keras bahwa negara "menuju kegelapan" dan "menuju kebangkrut".
 
Belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh Sekretariat Presiden maupun pejabat terkait. Namun, situasi ini diprediksi akan menjadi perbincangan panas dan memicu reaksi berantai dari berbagai elemen bangsa.
 
Apakah pemerintah akan merespons dengan penjelasan kebijakan, atau justru menilai aksi ini sebagai pemahaman yang keliru terhadap kondisi negara? Kita tunggu perkembangan respon resmi dari istana dalam waktu dekat.(Tomo)