Grebeg Suro: Kirab Pusaka  Dan Hasil Bumi Ratusan Warga Lintasi Dua Dusun Desa Gunungsari Kota Batu - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Grebeg Suro: Kirab Pusaka  Dan Hasil Bumi Ratusan Warga Lintasi Dua Dusun Desa Gunungsari Kota Batu

Wednesday, 17 June 2026
Usung tumpeng dan jajan pasar


Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 – Punden Waringin Tunggal menuju Punden Jati Tunggal
 
 jatim.wartaglobal.id
KOTA BATU - Ratusan warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menggelar tradisi Grebeg Suro merayakan pergantian tahun baru Jawa 1960 dan Hijriah 1448, Rabu Kliwon, 17 Juni 2026. Acara yang sarat nilai budaya dan spiritual ini berpusat di wilayah Dusun Prambatan dan Dusun Pagergunung, melibatkan warga dari dua RW setempat dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
 

Kegiatan utama dimulai sekira pukul 13.00 WIB atau setelah salat Dzuhur, berupa kirab pusaka dan kirab tumpeng hasil bumi. Pawai berangkat dari titik start di Punden Waringin Tunggal, Dusun Prambatan, lalu bergerak menuju titik akhir di Punden Jati Tunggal, Dusun Pagergunung. Rute perjalanan ini menjadi simbol perjalanan hidup dan permohonan berkah Tuhan Yang Maha Esa.
 

Dalam kirab pusaka, warga membawa sebanyak 20 benda pusaka bernilai sejarah, di antaranya Kanjeng Kyai Pamor Udan Mas yang sangat dihormati masyarakat setempat. Barang-barang peninggalan leluhur ini dianggap sebagai warisan yang menjaga kedamaian dan kesejahteraan warga Desa Gunungsari sepanjang tahun.
 

Selain pusaka, peserta juga mengarak beraneka ragam tumpeng hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas panen yang melimpah. Tumpeng dihias dengan indah dan berwarna-warni, menambah keindahan pemandangan sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab. Kegiatan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga dua dusun dan dua RW yang terlibat.
 

Setelah rangkaian kirab selesai, acara dilanjutkan dengan tasyakuran dan selamatan pergantian tahun baru 1448 Hijriah yang dilaksanakan setelah salat Maghrib. Lokasi kegiatan berpindah ke area makam leluhur, yaitu Makam Mbah Demang Lasem Raden Suebroto, Nyai Ageng Siti Mardinah, serta Makam Mbah Anggih dan Petilasan Sayyid Jumadil Kubro.
 

Di tempat itu, warga berdoa bersama memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan untuk seluruh keluarga besar Desa Gunungsari. Suasana terasa semakin sakral mengingat lokasi tersebut merupakan tempat yang selalu dikunjungi saat peringatan bulan Suro tiba. Doa dipimpin oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
 

Malam harinya, setelah salat Isya, perayaan semakin meriah dengan penampilan kesenian tradisional. Di pertigaan Dusun Pagergunung, warga menyaksikan pertunjukan Turonggo Kubro Sejati dan Jaran Dor Renggo Buboyo. Kesenian ini menjadi hiburan sekaligus bagian tak terpisahkan dari tradisi turun‑temurun di wilayah Kecamatan Bumiaji.
 

Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Antusiasme warga sangat tinggi, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga ikut menjaga kebersihan lokasi kegiatan. Keterlibatan lintas generasi menunjukkan bahwa nilai‑nilai budaya Suro tetap hidup dan dijaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
 

Melalui kegiatan Grebeg Suro ini, warga Desa Gunungsari ingin menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat persatuan. Semangat kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi tantangan tahun yang baru, sebagaimana makna bulan Suro sebagai waktu perbaikan diri dan menyatukan hati.
 
Red/fer