Banser Surabaya Perkuat Kapasitas Relawan sebagai Ujung Tombak Penanggulangan Bencana Melalui Dialog Interaktif di RRI Pro 1
By
REDAKSI PUSAT
-
Tuesday, 9 June 2026
Kasadkorcab Banser Surabaya Dan Kasetma Banser Surabaya dalam acara program dialog interaktif “Kentongan”
Surabaya Warta Global Jatim.id – Penguatan kapasitas relawan menjadi salah satu kunci utama dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Sebagai garda terdepan di lapangan, relawan memiliki peran strategis dalam memberikan respons awal, mulai dari evakuasi korban, pertolongan pertama, hingga distribusi bantuan sebelum tim penyelamat resmi tiba.
program dialog interaktif “Kentongan”
Komitmen tersebut menjadi tema utama dalam program dialog interaktif “Kentongan” yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Surabaya 99,2 FM bekerja sama dengan SRPB Jawa Timur, Selasa (9/6/2026). Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Relawan sebagai Ujung Tombak Penanggulangan Bencana”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari jajaran Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Surabaya.
program dialog interaktif “Kentongan”
Narasumber yang hadir yakni Kasetma Banser Surabaya Ahmad Zazuli, S.Sos., M.M. dan Kasatkorcab Banser Surabaya Muhammad Asyiqun Nahdli, S.Ars., dengan dipandu penyiar Fresty Oktora.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menegaskan bahwa peningkatan kapasitas relawan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi kebencanaan, penguasaan pertolongan pertama, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Hal ini penting agar relawan mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur saat terjadi bencana.
Kasatkorcab Banser Surabaya Muhammad Asyiqun Nahdli menyampaikan bahwa Banser terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya relawan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan kebencanaan.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun sejak dini agar risiko bencana dapat diminimalkan.
Sementara itu, Kasetma Banser Surabaya Ahmad Zazuli menekankan bahwa relawan tidak hanya dituntut memiliki semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi dan kemampuan teknis yang memadai. Dengan kapasitas yang kuat, relawan dapat menjadi ujung tombak penanggulangan bencana yang profesional dan responsif.
Melalui dialog ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana serta mendukung penguatan kapasitas relawan sebagai bagian dari sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan berkelanjutan.red- Warta Global Jatim