SURABAYA, Warta Global Jatim.id — Pemandangan penuh toleransi dan persaudaraan terjadi di kawasan perbatasan Surabaya–Gresik, tepatnya di wilayah Driyorejo, Sabtu (16/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur perjalanan untuk menyambut rombongan bhikkhu yang menjalani prosesi tapak tilas spiritual lintas daerah.
Prosesi serah terima pengawalan berlangsung khidmat namun penuh antusiasme masyarakat.
Sejak siang hari, warga dari berbagai kalangan telah memadati sisi jalan demi menyaksikan langsung perjalanan para bhikkhu. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut sebagai simbol kuatnya kerukunan antarumat beragama di Jawa Timur.
Suasana semakin meriah ketika para pelajar dan anggota Pramuka berdiri berjajar sambil memberikan salam penghormatan kepada rombongan bhikkhu yang melintas. Dukungan moral dan sambutan hangat dari masyarakat membuat perjalanan spiritual tersebut berlangsung penuh haru dan kekeluargaan.
Pengawalan dilakukan secara ketat dan terkoordinasi dengan melibatkan tiga pilar perbatasan bersama puluhan personel Banser dari Surabaya dan Menganti, Gresik. Sedikitnya 30 anggota Banser diterjunkan untuk membantu pengamanan, pengaturan jalur, serta menjaga ketertiban warga di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
Para personel Banser tampak sigap membuka jalur perjalanan, mengatur arus warga, hingga memastikan prosesi berjalan aman dan lancar tanpa hambatan. Kehadiran aparat keamanan bersama elemen masyarakat menjadi bukti nyata sinergitas lintas elemen dalam menjaga kondusivitas kegiatan keagamaan.
Di sepanjang perjalanan, dukungan masyarakat terus mengalir. Sejumlah warga terlihat membagikan air minum dan menyampaikan doa bagi keselamatan serta kelancaran perjalanan para bhikkhu. Momen tersebut menjadi potret kuatnya budaya gotong royong, toleransi, dan persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat Jawa Timur.
Kegiatan tapak tilas para bhikkhu ini tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga menjelma menjadi simbol persatuan bangsa yang mendapat dukungan luas dari masyarakat, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga aparat keamanan di wilayah perbatasan Surabaya dan Gresik.red- cholis


.jpg)