BOJONEGORO –jatim.wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mematangkan kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari program penguatan ekonomi nasional. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mendampingi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, meninjau langsung kesiapan KDKMP di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, pada Selasa (12/5/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pengecekan menjelang peluncuran serentak 1.061 unit KDKMP di seluruh Indonesia yang dijadwalkan pada 16 Mei mendatang.
Progres Signifikan di Bojonegoro
Wakil Panglima TNI memberikan apresiasi atas kecepatan pembangunan di Bojonegoro. Berdasarkan data Kodim 0813 Bojonegoro, pembangunan telah mencapai 396 titik dari target 430 desa (92,9%). Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 unit telah selesai seratus persen.
Pada tahap peluncuran perdana, sebanyak 85 gerai di 22 kecamatan akan mulai beroperasi. Penentuan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan daya beli masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta faktor keamanan dari bencana.
Pusat Penggerak Ekonomi Desa
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar toko retail, melainkan pusat ekonomi yang akan:
- Menyerap produk UMKM lokal untuk dipasarkan di gerai koperasi.
- Mengintegrasikan BUMD pangan untuk distribusi komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai.
- Menjamin kepastian pasar bagi petani dengan harga beli yang kompetitif.
"Orientasi utama kami adalah memastikan operasional berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan," tegas Jenderal Tandyo. Ia menambahkan bahwa selama tiga tahun pertama, koperasi akan dikelola dengan sistem manajemen komando untuk menjaga stabilitas bisnis sebelum dilepas secara mandiri ke masyarakat.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Teknologi
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan bahwa KDKMP akan berfungsi sebagai off-taker (penyerap) produk unggulan desa. Ke depannya, koperasi ini akan menggunakan sistem digital dan layanan berbasis aplikasi untuk memperluas jangkauan pasar.
Bupati Setyo Wahono menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program ini, terutama dalam peningkatan kapasitas SDM pengelola. Setiap unit koperasi akan diawasi oleh 18 personel, termasuk tenaga ahli pangan dan tenaga lokal desa yang telah dilatih.
"Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi wadah bagi warga untuk memasarkan produk unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan," pungkas Bupati.


.jpg)